Pencarian

Pemerintah AS Batasi Akses ChatGPT-5.6 OpenAI, Wajib Persetujuan Sebelum Rilis Umum

Jumat, 26 Juni 2026 • 22:32:01 WIB
Pemerintah AS Batasi Akses ChatGPT-5.6 OpenAI, Wajib Persetujuan Sebelum Rilis Umum
Pemerintah AS membatasi akses ChatGPT-5.6 OpenAI dengan persetujuan resmi sebelum rilis umum.

DI YOGYAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberlakukan pembatasan ketat terhadap model AI terbaru OpenAI, ChatGPT-5.6. Model ini hanya tersedia dalam mode preview terbatas bagi sekelompok kecil pelanggan yang dipilih langsung oleh pemerintah AS. Keputusan ini diumumkan oleh CEO OpenAI Sam Altman dalam rapat internal perusahaan.

Detil Pembatasan Akses GPT-5.6

Office of the National Cyber Director dan Office of Science and Technology Policy meminta OpenAI untuk menunda rilis umum GPT-5.6. Akses model saat ini hanya diberikan secara kasus-per-kasus oleh pemerintah AS. Altman dalam memo internal menyebutkan penundaan ini diharapkan berlangsung "beberapa minggu" sebelum rilis publik. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, secara khusus mengingatkan Altman agar tidak merilis GPT-5.6 ke publik tanpa persetujuan resmi lembaga pemerintah terlebih dahulu.

Kasus Serupa: Claude Mythos Anthropic

Ini bukan kali pertama pemerintah AS membatasi model AI. Pada April 2026, Anthropic merilis Claude Mythos Preview secara terbatas kepada lembaga kunci untuk persiapan rilis umum. Meskipun Anthropic menciptakan versi aman bernama Fable 5 dengan fitur pengamanan bawaan, pemerintah AS menolak klaim keamanannya. Tiga hari setelah rilis, Fable 5 dan Mythos dimasukkan dalam daftar kontrol ekspor, melarang akses bagi warga negara asing bahkan yang bekerja di Anthropic. Akibatnya, Anthropic menarik kedua model tersebut sepenuhnya dari pasar karena tidak dapat menegakkan kepatuhan.

Latar Belakang Kebijakan Pemerintah AS

Peningkatan kemampuan model AI mendorong Gedung Putih mengambil langkah preventif agar teknologi tidak jatuh ke pihak yang salah, terutama dalam persaingan dengan China. Meski AS menerapkan kontrol ekspor untuk memperlambat kemajuan Beijing, banyak pemimpin industri percaya China akan segera menyusul. Pada Januari 2026, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan laboratorium AS memberikan akses model terbaru kepada pemerintah 30 hari sebelum rilis umum, meski sebelumnya kampanyenya berjanji mengurangi regulasi.

Reaksi dari Industri AI

Kebijakan ini mendapat kritikan keras dari para ahli. Neil Chilson, Kepala Kebijakan AI di Abundance Institute dan mantan Kepala Teknologis FTC, menyoroti dalam blognya: "Eskalasi intervensi pemerintah ini bukan sesuatu yang dipuji. Sangat merusak bagi ekosistem AI yang lebih luas." Ia menambahkan bahwa penggunaan kontrol ekspor yang sewenang-wenang akan mendorong perusahaan untuk lambat meluncurkan model baru, membebani publik dari alat canggih, dan menciptakan ketidakpastian berkepanjangan.

Implikasi untuk Pengembangan AI Global

Pembatasan terhadap model frontier seperti GPT-5.6 dan Claude Mythos menunjukkan tantangan baru dalam regulasi AI. Para pengembang kini dihadapkan pada pilihan antara mematuhi kebijakan ketat yang memperlambat inovasi atau menghadapi risiko akses terbatas dan penarikan pasar. Bagi pengguna Indonesia, situasi ini menyoroti perlunya kerangka regulasi nasional yang sejalan dengan standar global untuk memastikan keamanan tanpa menghambat perkembangan teknologi lokal.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks