Pencarian

3 Lembaga Penelitian Gagal Ungkap Penyebab Api Misterius di Rumah Warga Seyegan Sleman, Polisi Turun Tangan

Rabu, 17 Juni 2026 • 15:47:31 WIB
3 Lembaga Penelitian Gagal Ungkap Penyebab Api Misterius di Rumah Warga Seyegan Sleman, Polisi Turun Tangan
Tim UGM menemukan kandungan PVC pada material terbakar di rumah warga Seyegan.

SLEMAN — Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengungkapkan bahwa kesimpulan akhir dari tim gabungan menegaskan tidak ada kaitan antara api misterius itu dengan aktivitas alam. "Intinya bahwa dari fenomena api yang muncul di Seyegan ini, dari hasil penelitian semua sampaikan tadi, tidak ada hubungannya dengan api yang muncul. Fenomena alam itu tidak menimbulkan api yang muncul di Seyegan," kata Bambang kepada wartawan di kantor Bupati Sleman, Senin (15/6/2026).

Hasil Penelitian UGM: Ada Kandungan PVC di Material Terbakar

Tim Pusat Kajian Pelambaran Entropi (PKPE) FT UGM yang dipimpin Prof Alva Edy Tontowi menyatakan bahwa sumber api bukan berasal dari rembesan gas alam bawah tanah. Tim tidak menemukan anomali termal atau gas yang dapat menyala sendiri pada suhu kamar. Medan elektromagnetik di lokasi juga terukur pada level aman.

Namun, tim menemukan kandungan resin poly vinyl chloride (PVC) pada residu kebakaran di permukaan dinding keramik dan kayu. "Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa sampel-sampel tersebut menunjukkan kandungan poly vinyl chloride (PVC) yang tidak umum dijumpai di permukaan dinding keramik maupun kayu/tripleks," jelas Prof Alva, Sabtu (13/6). Dugaan sementara, resin PVC yang mudah terbakar itu berasosiasi dengan sumber api (ignition) yang belum diketahui.

UPN dan BPPTKG: Gas Rawa dan Patahan di Bawah Rumah Tidak Terkait

Tim geolog UPN "Veteran" Jogja memastikan bahwa gas yang ditemukan di Sungai Nepen, sekitar 250 meter dari rumah Fia, tidak ada hubungan dengan kebakaran. Dekan FTME UPN, Prof. Dr. Ir. RM. Basuki Rahmad, menjelaskan bahwa gelembung gas di sungai tersebut tidak mau menyala saat diuji dengan api. Meski tim menemukan patahan tepat di bawah rumah Fia melalui metode geolistrik dan geomagnet, korelasi dengan api misterius tidak terbukti.

BPPTKG memperkuat temuan ini. Hasil uji menunjukkan kandungan gas metana, hidrogen, gas fosfin, dan gas rawa berada di bawah ambang batas yang bisa menimbulkan api. "Kandungan gasnya... itu tidak bisa atau di bawah ambang batas untuk bisa menimbulkan api," tegas Bambang Kuntoro.

Polisi Mulai Kumpulkan Fakta, Cari Unsur Kesengajaan

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan pihaknya akan menggelar penyelidikan untuk mencari fakta sebenarnya. "Dalam hal ini, kita mencari fakta-fakta. Apakah fakta ini nanti akan membawa kita ke mana? Jadi, kita mengumpulkan fakta yang ada di lapangan," kata Wiwit.

Polisi belum menetapkan status penyelidikan ke arah pidana. Langkah awal adalah mencari tahu apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam peristiwa yang membuat Fia dan keluarganya ketakutan ini. "Nanti, apakah ada hal-hal yang di luar fenomena alam, ini kami masih akan kumpulkan, sehingga fakta akan terungkap setelah ini," pungkasnya.

Diketahui, api misterius itu muncul berkali-kali di rumah Fia dalam beberapa pekan terakhir. Dalam sehari, bisa terjadi 7 hingga 9 kali kebakaran spontan pada barang-barang di dalam rumah, membuat warga sekitar dan pemilik rumah hidup dalam ketidakpastian. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai penyebab pasti fenomena tersebut.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks