Pencarian

Kampanye #DuitTetapDiJogja, JogjaKita Dorong Warga Yogyakarta Belanja ke UMKM Lokal dengan Komisi 0 Persen

Senin, 15 Juni 2026 • 20:58:01 WIB
Kampanye #DuitTetapDiJogja, JogjaKita Dorong Warga Yogyakarta Belanja ke UMKM Lokal dengan Komisi 0 Persen
JogjaKita luncurkan kampanye #DuitTetapDiJogja untuk dukung UMKM lokal tanpa komisi.

YOGYAKARTA — Maraknya diskusi tentang kemandirian ekonomi nasional di media sosial, termasuk tagar #SellSingapore, menjadi pemicu bagi JogjaKita untuk mengajak warga Yogyakarta lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Melalui kampanye #DuitTetapDiJogja, perusahaan rintisan ini ingin menekankan bahwa setiap transaksi harian berdampak langsung pada kesejahteraan tetangga sendiri.

Komisi Nol Persen dan Tarif Rp5.000 untuk UMKM

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, JogjaKita menghadirkan sejumlah kebijakan yang langsung menyentuh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). General Manager JogjaKita, Dheny Septiawan, menyebutkan bahwa pihaknya menerapkan komisi 0 persen untuk pedagang, program bebas biaya antar setiap hari, dan tarif layanan ojek mulai dari Rp5.000.

“Setiap transaksi yang dilakukan masyarakat punya dampak nyata. Kami percaya, semakin banyak uang yang berputar dan bertahan di Yogyakarta, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan oleh UMKM, mitra pengemudi, dan warga sekitar,” ujar Dheny dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2026).

Kilometer Kebaikan: Program Sosial Berbasis Jarak Tempuh

Selain insentif tarif, JogjaKita juga mengandalkan program sosial bernama Kilometer Kebaikan. Melalui inisiatif ini, setiap perjalanan yang dilakukan pengguna secara otomatis berkontribusi pada kegiatan sosial yang menyasar warga Yogyakarta.

Dheny menegaskan bahwa kampanye ini bukan bertujuan menolak kehadiran pihak atau platform lain. Sebaliknya, kata dia, JogjaKita ingin membuka ruang lebih luas agar ekonomi lokal dapat terus tumbuh tanpa harus bergantung pada pemain besar dari luar daerah.

Mengapa Kampanye Ini Diluncurkan Sekarang?

Diskursus di media sosial tentang pentingnya menjaga uang tetap beredar di dalam negeri dinilai menjadi momentum yang tepat. JogjaKita membaca geliat kesadaran masyarakat terhadap produk lokal dan ingin menerjemahkannya ke dalam aksi nyata di tingkat kota.

Langkah ini juga menjadi strategi diferensiasi di tengah persaingan bisnis ojek daring yang semakin ketat. Dengan fokus penuh pada pemberdayaan mitra lokal, JogjaKita berharap kampanye #DuitTetapDiJogja bisa menjadi pengingat bahwa mendukung ekonomi lokal tidak harus dimulai dari langkah besar, melainkan dari keputusan sederhana sehari-hari.

Bagikan
Sumber: inilahjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks