Pencarian

Rombongan Aisyiyah Bantul di Kloter YIA 7 Tuntaskan Puncak Ibadah Haji di Mina, Tantangan Berat Lansia dan Disabilitas Teratasi

Sabtu, 30 Mei 2026 • 11:12:01 WIB
Rombongan Aisyiyah Bantul di Kloter YIA 7 Tuntaskan Puncak Ibadah Haji di Mina, Tantangan Berat Lansia dan Disabilitas Teratasi
Jamaah Kloter YIA 7 asal Bantul menyelesaikan puncak ibadah haji di Mina dengan lancar.

BANTUL — Sebanyak satu kloter jamaah haji asal Bantul, yang tergabung dalam Kloter YIA 7, telah merampungkan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci. Rombongan ini tidak hanya berasal dari Aisyiyah Bantul, tetapi juga bergabung dengan jamaah dari Multazam, Rindu Ka’bah, Hajar Aswad, Bina Umat, dan Mandiri.

Prosesi armusna dimulai pada 8 Dzulhijah dengan kegiatan tarwiyah di Mina, meliputi shalat qashar tepat waktu, kultum, dan dzikir berjamaah. Sehari kemudian, tepatnya dini hari 9 Dzulhijah, jamaah mulai digeser menuju Arafah untuk mengikuti puncak ibadah, yaitu wukuf.

Khutbah Wukuf dan Perpindahan ke Muzdalifah

Dalam pelaksanaan wukuf di Arafah, khutbah disampaikan oleh Suwardiman Anwar Huda. Adzan dikumandangkan oleh Abdilah Mutaqin, sementara doa bersama dipimpin oleh Bimbad Wiharno. Setelah rangkaian wukuf selesai, sekitar pukul 22.00 WAS, jamaah bergeser menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit.

Kondisi di Muzdalifah cukup sederhana. Jamaah hanya beralaskan tanah dan beratapkan langit. Menjelang subuh, mereka kembali bergerak ke Mina untuk mempersiapkan lempar jumrah aqobah. Setelah prosesi lempar jumrah, jamaah pria disarankan untuk bertahalul dengan mencukur gundul, sebagaimana riwayat doa Nabi Muhammad SAW agar meraih haji mabrur.

Perjalanan 9 Km dan Bantuan bagi Lansia

Tantangan terberat dalam rangkaian armusna adalah perjalanan menuju lokasi jumrah yang mencapai hampir 9 kilometer. Jarak tempuh ini menjadi ujian fisik, terutama bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas. Untuk mengatasi hal tersebut, sebagian jamaah dibadalkan oleh pendamping tanpa kewajiban membayar dam.

Salah satu kejadian menimpa seorang jamaah asal Sanden berusia 65 tahun yang sempat kelelahan di tengah perjalanan. Beruntung, rombongan sigap memberikan bantuan. Kebetulan, Wakil Menteri Haji yang melintas di lokasi segera memfasilitasi kursi roda bagi jamaah tersebut, sehingga prosesi dapat dilanjutkan.

Harapan Raih Predikat Haji Mabrur

Tri Suyutiyanto, selaku Karom IV, melaporkan dari Mina bahwa seluruh rangkaian armusna jamaah Kloter YIA 7 berjalan lancar tanpa hambatan berarti. “Jamaah kini memasuki tahap akhir ibadah dengan harapan meraih predikat haji mabrur,” ujar Tri dalam laporannya.

Dengan tuntasnya puncak ibadah haji ini, jamaah asal Bantul kini tinggal menunggu jadwal pemulangan ke Tanah Air. Seluruh prosesi yang dijalani diharapkan menjadi bekal spiritual untuk mencapai predikat haji yang mabrur dan mabrurah.

Bagikan
Sumber: inilahjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks