DI YOGYAKARTA — Lahan fasilitas umum di RW 004 Kelurahan Porisgaga Baru, Kecamatan Batuceper, Tangerang, tak lagi sekadar semak belukar. Kini, area itu disulap menjadi kebun hidroponik yang dikelola KWT Mawar 8, dengan sokongan pendanaan dan pendampingan dari BRI.
Ketua RW setempat, M Amiruddin, mengungkapkan bahwa keberadaan kebun ini langsung dirasakan dampaknya oleh warga. "Hasilnya dinikmati juga sama warga, harganya pun harga di bawah pasar," katanya kepada iNews.id di Batuceper, Selasa (26/5/2026).
Harga Terjangkau hingga Pembagian Gratis
Model bisnis kebun ini dirancang agar akses pangan tetap terjangkau. Amiruddin menjelaskan, hasil panen tidak hanya dijual dengan harga khusus, tetapi sebagian juga dibagikan secara cuma-cuma kepada petugas kebersihan dan keamanan lingkungan.
"Semangat berbagi itu menjadi salah satu nilai plus KWT Mawar 8," ujarnya menambahkan. Pola ini membuat sayuran segar bisa dinikmati semua lapisan warga, bukan hanya yang mampu membeli.
Dukungan BRI untuk Ketahanan Pangan Lokal
Program ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Lewat pembinaan teknis dan akses permodalan, KWT Mawar 8 bisa mengelola lahan sempit secara intensif dengan sistem hidroponik yang tidak membutuhkan tanah luas.
Ke depan, KWT Mawar 8 diharapkan bisa memperluas jangkauan panen dan melibatkan lebih banyak warga. Dengan harga jual di bawah pasar, model ini dinilai efektif menekan inflasi pangan di tingkat RT sekaligus memperkuat kemandirian pangan lokal.
Inisiatif serupa bisa menjadi contoh bagi kelompok tani lain di perkotaan bahwa lahan terbatas bukan halangan untuk menghasilkan sayuran segar bernilai ekonomi.