KEBUMEN — Anggota dewan akademik di Kebumen meminta agar proses pemilihan direktur PT AUKJ tidak didasarkan pada kedekatan personal, melainkan pada kapasitas dan visi strategis. Peringatan ini disampaikan di tengah proses suksesi kepemimpinan di lembaga pendidikan tinggi daerah tersebut.
Visi Logis Jadi Syarat Mutlak
Akhmad Syarifudin, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen, menekankan bahwa seorang direktur harus memiliki peta jalan yang jelas. "Direktur harus punya visi yang logis," ujarnya kepada Radar Jogja.
Menurutnya, visi yang logis berarti mampu menerjemahkan kebutuhan pasar kerja ke dalam kurikulum dan program studi. Bukan sekadar wacana muluk tanpa perencanaan implementasi yang konkret.
Kompetensi Bukan Sekadar Gelar
Syarifudin juga menyoroti bahwa kompetensi seorang pemimpin tidak cukup diukur dari deretan gelar akademik. Lebih dari itu, diperlukan rekam jejak dalam mengelola institusi dan kemampuan membangun jejaring dengan industri.
PT AUKJ Kebumen, sebagai lembaga pendidikan vokasi, membutuhkan sosok yang bisa menjembatani dunia kampus dengan dunia usaha. Tanpa itu, lulusan hanya akan menjadi pengangguran terdidik.
Konsekuensi Jika Salah Pilih
Akademisi itu memperingatkan bahwa salah memilih direktur bisa berakibat fatal. Mulai dari stagnasi mutu pendidikan hingga pemborosan anggaran untuk program-program yang tidak tepat sasaran.
Ia berharap para pengambil keputusan di PT AUKJ Kebumen lebih mengedepankan rasionalitas ketimbang kepentingan politik sesaat. Proses seleksi harus transparan dan melibatkan panel ahli yang independen.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak yayasan atau pengelola PT AUKJ Kebumen terkait proses suksesi direktur yang sedang berjalan.