DI YOGYAKARTA — Kasus as roda Chery Omoda 5 yang terlepas dari bodi mobil di Malaysia memicu langkah besar: 8.878 unit varian C dan H ditarik untuk pemeriksaan. Chairman Chery Automobile Yin Tongyue menyampaikan permintaan maaf terbuka dan mengakui ada kendala kualitas produk di pasar Malaysia, bukan sekadar insiden tunggal yang bisa diabaikan.
Yin Tongyue buka suara pertama kali soal insiden yang ramai di media sosial tersebut. Dalam video yang diunggah di situs Sohu, ia membahas kasus as roda Omoda 5 dalam acara World Intelligent Connected Vehicles Conference (WICV) belum lama ini. Pengakuan datang langsung dari kursi tertinggi perusahaan, bukan lewat pernyataan humas yang dipoles.
Yin menyatakan telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia pada hari yang sama. Ia mengakui Chery memang menghadapi kendala kualitas produk di Malaysia. Pernyataan itu menempatkan insiden ini sebagai masalah serius di level korporat, bukan sekadar keluhan satu pemilik mobil.
Chery, menurut Yin, telah mengambil tanggung jawab penuh terhadap pelanggan menyusul kejadian tersebut. Foto yang beredar di media sosial menunjukkan as serta roda ban Omoda 5 berkelir hitam terlepas dari bodi mobil di Malaysia.
Chery Auto Malaysia mengumumkan recall terhadap 8.878 unit Omoda 5 seantero Malaysia. Jumlah itu mencakup varian C dan H yang terkena permasalahan as roda. Perusahaan menyatakan telah mengidentifikasi kendaraan terdampak dan akan proaktif menghubungi pemiliknya.
Yin memakai momen ini untuk mengoreksi cara Chery berekspansi ke luar China. Ia menegaskan ekspansi internasional seharusnya tidak bertujuan sekadar mengeksploitasi pasar luar China, melainkan membangun kehadiran lokal yang kuat dan berkelanjutan. Sikap rendah hati dan menghormati hukum serta praktik bisnis setempat jadi poin yang ia tekankan berulang.
Peringatannya keras: ekspansi tanpa persiapan memadai bisa berujung kegagalan, bukan kesuksesan.
"Kami pergi ke luar negeri bukan untuk meraih keuntungan cepat, melainkan untuk menanamkan akar dan mengembangkan pasar tersebut dalam jangka panjang. Kita harus menghormati hukum, peraturan, dan praktik bisnis setempat. Tanpa persiapan yang matang, ekspansi ke luar negeri bisa dengan mudah berubah menjadi kegagalan yang merugikan. Alih-alih berkembang, kita justru bisa 'terkubur' di sana," ujar Yin dalam pidatonya.
Recall dan penggantian gratis adalah langkah tanggung jawab yang benar, tapi skala 8.878 unit menunjukkan masalah ini sistemik pada batch tertentu, bukan kasus tunggal. Bagi calon pembeli Omoda 5 di pasar lain, termasuk Indonesia, pertanyaan yang wajar muncul: apakah unit yang dijual di sini berasal dari batch produksi yang sama dan apakah ada inspeksi serupa. Sampai ada klarifikasi resmi soal cakupan wilayah, status kualitas as roda Omoda 5 di luar Malaysia masih tanda tanya yang sah untuk ditanyakan ke diler.