Sony Patenkan Kursor Interaktif untuk Penonton Livestreaming Game

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 15:39:01 WIB
Sony mematenkan teknologi kursor adaptif yang memungkinkan penonton livestreaming game berinteraksi langsung dengan jalannya permainan.

DI YOGYAKARTA — Sony mematenkan teknologi kursor adaptif yang memungkinkan penonton livestreaming game memengaruhi jalannya permainan secara langsung, bukan sekadar lewat kolom chat. Paten bertajuk Adaptive Screen Share Pointer and Reactions During Gameplay ini diajukan Oktober 2023 dan dipublikasikan pada 2025, lalu kembali mencuat pada Oktober 2026. Dokumennya menyebut dukungan lintas perangkat, dari konsol hingga headset VR dan AR.

Dokumen paten Sony tidak berhenti pada konsep kursor biasa. Sistem yang dijelaskan menerima input dari penonton livestream, lalu menampilkan kursor adaptif di layar pemain dengan tampilan yang berubah mengikuti konteks permainan. Pendekatan ini membuat interaksi penonton terasa relevan dengan situasi yang sedang berlangsung, bukan sekadar teks komentar yang mengalir di sisi layar.

Bagaimana Kursor Penonton Bekerja

Kegunaan utama teknologi ini menyasar aktivitas backseat gaming. Penonton tidak lagi cuma menyarankan strategi lewat chat, tetapi bisa menunjuk langsung bagian tertentu di layar. Mereka dapat menandai kelemahan boss, menunjukkan arah menuju objektif, atau membantu streamer menemukan objek yang terlewat.

Sony merancang sistem ini agar layar tidak dipenuhi kursor sekaligus. Salah satu contoh dalam dokumen menyebut kendali kursor diberikan kepada penonton secara bergiliran, berdasarkan aktivitas atau kontribusi mereka melalui Superchat dan donasi.

Reaksi Visual hingga Getaran

Selain kursor, paten mencakup reaksi visual yang bisa dikirim penonton selama permainan berlangsung. Reaksi tersebut dapat disesuaikan dengan konteks game. Pada implementasi tertentu, reaksi itu memicu umpan balik haptik atau getaran pada perangkat yang dipakai streamer.

Sistem ini juga membuka kemungkinan reaksi penonton memengaruhi jalannya permainan bila kondisi tertentu terpenuhi. Interaksi penonton dengan begitu menjadi bagian dari pengalaman bermain, bukan elemen tambahan di luar game.

Tidak Terbatas Konsol PlayStation

Cakupan perangkat yang disebut dalam dokumen paten cukup luas. Selain konsol PlayStation, sistem ini disebut bisa mendukung konsol dari produsen lain, PC, perangkat seluler, serta headset VR dan AR.

Meski begitu, luasnya cakupan dokumen paten tidak berarti fitur ini sudah tersedia di platform streaming tertentu atau dipastikan hadir di produk komersial Sony. Paten hanya menggambarkan kemungkinan teknis, bukan peta peluncuran produk.

Dampak ke Ekosistem Streaming Game

Jika benar-benar diterapkan, teknologi ini mengubah cara streamer berinteraksi dengan komunitasnya. Perubahan paling terasa pada sesi bermain yang butuh bantuan, eksplorasi, atau partisipasi penonton.

Tantangan terbesarnya adalah menjaga interaksi tetap menyenangkan tanpa mengorbankan kendali streamer atas acaranya sendiri. Kursor yang datang bergiliran dari penonton bisa membantu, tapi juga berpotensi mengganggu bila tidak dibatasi dengan aturan yang jelas.

Bagi industri streaming game di Indonesia, konsep ini menyentuh langsung ekosistem kreator yang tumbuh lewat platform seperti YouTube, Twitch, dan Kick. Fitur semacam ini berpotensi membuka model monetisasi baru berbasis kontribusi penonton, sekaligus memunculkan pertanyaan soal moderasi dan kontrol konten.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: jagatplay.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top