YOGYAKARTA — Kustomfest kembali memakai Jogja Expo Center sebagai panggung utama. Penyelenggaraan ke-15 ini mengangkat tema High Octane, pilihan yang menurut penyelenggara untuk membangkitkan semangat pelaku industri kustom lokal. Tekanan ekonomi dan banjir komponen modifikasi produksi massal dari luar negeri jadi alasan di baliknya.
Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi, menilai semangat berkarya perlu terus dijaga agar industri kustom nasional mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan pasar.
Dua Program Utama: Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show
Ratusan sepeda motor dan mobil kustom dari berbagai daerah dipamerkan selama dua hari. Kendaraan yang tampil tidak sekadar mengandalkan tampilan visual. Kualitas pengerjaan dan detail rekayasa jadi penilaian tersendiri bagi setiap builder.
Dua program yang paling ditunggu pengunjung adalah Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show. Keduanya memberi ruang bagi builder memperlihatkan hasil modifikasi melalui proses kurasi dan penjurian.
Agenda pendukungnya juga banyak. Ada Flat Track, Art Island, Body Art Show, Kustom Diecast, Kustom Paint Battle, Helmet Kustom Paint, hingga Kustom Bicycle. Ditambah Miss Kustomfest Pin-Up Contest, Krospit Contest, All 3 Wheeler, FXR Paradise, SR Panic, dan Kustom Journey by Rollie Monkie.
5 Nama Builder dan Juri Internasional dari Jepang
Kustomfest 2026 mendatangkan sejumlah pelaku industri kustom luar negeri. Kehadiran mereka membuka peluang pertukaran pengetahuan sekaligus memperluas jaringan antarbengkel.
Lima nama yang hadir adalah Yuichi Yoshizawa dari Custom Works Zon, Makoto Watanabe dari Chopper Journal, Takashi "Gussan" Yamaguchi dari 2Persenter, Toshiyuki Osawa dari Cheetah Custom Cycles, dan Masa Komazaki dari Have Fun Flat Track Japan.
Bagi builder lokal, keterlibatan mereka jadi kesempatan mempelajari tren, teknik pengerjaan, dan pendekatan desain yang berkembang di berbagai negara.
Dana Rp1,027 Miliar Terhimpun untuk Bedah Rumah dan Pendidikan
Festival ini juga merambah ranah sosial. Kustomfest berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta.
Lewat program Ride For YK dan Malam Jogja Berbagi, kolaborasi tersebut menghimpun dana sekitar Rp1,027 miliar. Angka itu berdasarkan laporan Pemkot Yogyakarta pada 11 Oktober 2026.
Dana diarahkan untuk mendukung kegiatan sosial, termasuk bedah rumah dan bantuan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Musik dan Ekosistem Kustom Kultur
Panggung musik turut meramaikan acara. Sejumlah band dijadwalkan tampil, di antaranya Kelompok Penerbang Roket, Seringai, Morfem, Rebellion Rose, dan Serigala Malam.
Selama 15 tahun penyelenggaraan, Kustomfest jadi ruang pertemuan builder, komunitas, pelaku usaha, seniman, dan pengunjung. Pertemuan itu membuka peluang kolaborasi serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Kustomfest 2026 menegaskan kendaraan kustom sebagai perpaduan teknologi, keterampilan, seni, dan identitas. Di tengah tantangan industri, tema High Octane jadi ajakan agar pelaku kustom Indonesia terus menjaga kreativitas dan meningkatkan kualitas karya.