Pasar Murah Pemkab Bantul di Pajangan Sediakan 5 Ton Sembako, Warga Antre Sejak Pagi

Penulis: Boyke Sihombing  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:08:02 WIB
Warga mengantre membeli kebutuhan pokok dalam pasar murah di GOR Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul, Rabu (tanggal).

BANTUL — Antrean warga terlihat mengular di GOR Guwosari, Kapanewon Pajangan, sejak Rabu pagi. Mereka datang lebih awal untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran dalam pasar murah yang digelar Pemkab Bantul bersama Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta.

Sedikitnya lima ton sembako disiapkan dalam kegiatan yang berlangsung satu hari ini. Komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, gula, dan kebutuhan pokok lainnya.

Harga Distributor Masih Disubsidi Rp 2.000

Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan harga komoditas yang dijual relatif lebih rendah dibandingkan toko sembako pada umumnya. Pasokan barang diperoleh langsung dari Bulog dan distributor telur, beras, serta bawang merah.

"Ini menggunakan harga distributor dari Bulog, distributor telur, beras, dan bawang merah," katanya di Bantul, Rabu.

Ia menambahkan, harga dari distributor tersebut masih mendapat keringanan subsidi sekitar Rp 2.000 untuk setiap kilogram atau liter. Dengan begitu, selisih harga dengan pasaran bisa lebih dari Rp 2.000 per satuan.

"Harga distributor masih mendapat subsidi keringanan sekitar Rp 2.000, sehingga relatif lebih murah dari harga pasaran," ujarnya.

Pembelian Dibatasi agar Merata

Pemkab Bantul juga menggandeng toko swalayan untuk ikut memberikan diskon dan promo dalam kegiatan ini. Secara teknis, pembelian dibatasi agar distribusi komoditas lebih merata kepada masyarakat.

"Pembelian dibatasi maksimal dua liter per merek minyak goreng, tidak boleh beli banyak untuk konsumsi rumah tangga biasa, kecuali jika untuk keperluan hajatan," kata Prapta Nugraha.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, mayoritas komoditas telah habis terjual karena tingginya animo warga. Yang tersisa sedikit kemungkinan hanya beras karena relatif baru melewati masa panen.

Warga: Harga Minyak Goreng Rp 3.500 Lebih Murah

Darmi, warga Dusun Kadisono, Kalurahan Guwosari, mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak mengantre terlalu lama. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 menggunakan sepeda motor setelah mendapat informasi dari kepala dusun.

"Misalnya minyak goreng Sunco dua liter di luar Rp 45.000, di sini Rp 41.500," ujarnya.

Perempuan tersebut menghabiskan sekitar Rp 300 ribu untuk membeli gula, terigu, minyak goreng, dan kebutuhan rumah lainnya. Ia mengaku sudah empat kali mengikuti pasar murah di Bantul karena kegiatan ini rutin digelar setiap tahun.

Target Berikutnya: Dlingo dan Pajangan

Pasar murah di Guwosari merupakan bagian dari upaya menjaga stok bahan pokok dan memastikan masyarakat memperoleh sembako dengan harga wajar. Kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan di hari dan lokasi berbeda.

"Kami menyasar daerah yang relatif membutuhkan, seperti kawasan yang agak kering, misalnya Kapanewon Dlingo dan Pajangan, di mana masyarakatnya banyak membutuhkan," kata Prapta Nugraha.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top