HUT RI di Paris dan Ottawa Jadi Etalase Budaya, KBRI Beri Penghargaan ke Pengusaha yang Ekspor Kerajinan Indonesia ke Kanada

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:21:01 WIB
Ratusan warga Prancis dan masyarakat internasional menghadiri peringatan HUT ke-81 RI di Wisma Duta RI, Paris, Senin (17/8/2026).

DI YOGYAKARTA — Di Paris, sekitar 700 orang memadati Wisma Duta RI pada Senin (17/8/2026). Dari jumlah tersebut, 150 di antaranya adalah warga Prancis, masyarakat internasional, keluarga perkawinan campur, dan para Indonesianis. Angka ini menunjukkan daya tarik Indonesia yang melampaui sekadar komunitas diaspora.

Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, memimpin langsung upacara detik-detik Proklamasi. Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh 11 anggota Paskibraka yang berasal dari pelajar dan mahasiswa Indonesia di Prancis. Usai upacara, rangkaian acara berlanjut dengan doa bersama untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur, pemotongan tumpeng Cita Nusantara, hingga pertunjukan tari Poco-Poco dan Gemu Fa Mi Re.

Bhinneka Tunggal Ika yang Menarik Warga Lokal

Kehadiran warga lokal tidak sekadar menjadi penonton. Alexandre, seorang warga Prancis, mengaku terkesan dengan keberagaman bahasa dan suku di Indonesia. Ia bahkan menyebut semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai hal yang menarik dan bercita-cita mengunjungi Indonesia. Apresiasi semacam ini menjadi modal diplomasi lunak (soft diplomacy) yang mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.

Penghargaan untuk Diplomasi Ekonomi di Kanada

Sementara itu di Ottawa, perayaan kemerdekaan mengambil angle berbeda dengan menonjolkan kontribusi individu dalam memperkuat citra dan kepentingan ekonomi Indonesia di luar negeri. Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, memberikan penghargaan kepada dua tokoh.

Johannes Doy, pengusaha asal Indonesia, dinilai berjasa besar karena melalui perusahaannya, Tribal Voices, ia secara konsisten mempromosikan dan memasarkan karya kerajinan perajin Indonesia di pasar Kanada selama lebih dari tiga dekade. Di sisi lain, Ugo Monticone, penulis sekaligus sineas asal Quebec, diapresiasi atas film dokumenternya tentang Bali yang telah tayang di Kanada dan sejumlah negara Eropa.

Panggung Merdeka dan Bazar Kuliner Nusantara

Rangkaian peringatan di Ottawa dihadiri sekitar 200 peserta dari keluarga besar KBRI dan diaspora. Acara tidak berhenti pada upacara bendera. KBRI Ottawa mengemas perayaan dengan kegiatan yang lebih interaktif seperti funwalk, perlombaan, Panggung Merdeka, serta bazar yang menampilkan seni budaya dan jajanan kuliner Nusantara.

Pola perayaan di dua negara tersebut menunjukkan pergeseran fungsi diplomatik. Peringatan kemerdekaan kini dirancang tidak hanya untuk memperkuat ikatan kebangsaan warga negara Indonesia di perantauan, tetapi juga sebagai instrumen untuk membuka akses pasar dan memperkenalkan kreativitas serta kontribusi Indonesia di tingkat internasional. Ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas non-traditional market di tengah dinamika ekonomi global.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top