DI YOGYAKARTA — Pembentukan bursa ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman Presiden Prabowo Subianto dalam pidato tahunan di hadapan DPR. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebut terlibat dalam penyusunan skema perdagangan, termasuk mekanisme pembentukan harga yang akan mengacu pada biaya dan kondisi pasar global.
"Ya kurang lebih, Indonesia Commodity Exchange atau Icomex," ujar Prasetyo di Jakarta, Selasa (20/8).
Prasetyo menegaskan bahwa pembentukan Icomex bukan sekadar menambah institusi bursa baru, melainkan upaya menegakkan kedaulatan atas komoditas yang dimiliki Indonesia. Selama ini, harga komoditas strategis lebih banyak ditentukan oleh mekanisme pasar internasional yang tidak sepenuhnya merepresentasikan kepentingan produsen dalam negeri.
"Intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan nggak," tegasnya.
Meski demikian, pemerintah belum memutuskan secara final apakah Icomex akan terintegrasi dengan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang telah beroperasi sejak 2009. Skema integrasi masih dalam tahap pembahasan untuk mencari format yang paling efisien.
Pemerintah masih mengkaji mekanisme perdagangan di Icomex, termasuk struktur biaya transaksi dan bagaimana harga komoditas domestik akan diselaraskan dengan harga dunia. Prasetyo menyebut detail teknis ini akan diatur kemudian agar bursa yang baru dibentuk benar-benar memberikan nilai tambah bagi ekosistem komoditas nasional.
"Nanti lah ada mekanismenya. Sama, ada cost-nya, ada ininya, harga dunianya bagaimana," kata Prasetyo.
Kehadiran Icomex diharapkan mampu memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar komoditas global, terutama untuk produk-produk yang volumenya besar seperti kelapa sawit mentah dan bijih nikel. Bursa ini juga berpotensi menjadi acuan harga (price reference) bagi transaksi komoditas di kawasan.
Bagi pelaku industri, pembentukan Icomex dapat memberikan alternatif lindung nilai (hedging) dan transparansi harga yang lebih baik dibandingkan mengandalkan bursa luar negeri. Sementara bagi investor, bursa ini membuka peluang instrumen investasi baru di sektor komoditas dengan underlying aset produksi dalam negeri.
Namun, tantangan terbesar ada pada likuiditas perdagangan dan kepercayaan pelaku pasar terhadap bursa baru. Pengalaman ICDX yang telah beroperasi lebih dari satu dekade menunjukkan bahwa membangun ekosistem perdagangan berjangka yang aktif membutuhkan waktu dan dukungan regulasi yang konsisten.
Pemerintah belum merinci komoditas apa saja yang pasti masuk dalam daftar perdagangan Icomex. Keputusan final akan diambil setelah kajian teknis dan koordinasi dengan OJK serta pemangku kepentingan terkait selesai dilakukan.