DI YOGYAKARTA — Gempa yang berpusat di Laut Banda pada Sabtu lalu tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga memutus akses komunikasi warga di sejumlah kabupaten. TelkomGroup merespons dengan mengerahkan tim teknis untuk memulihkan layanan telekomunikasi dan digital secara bertahap sejak hari pertama pascagempa.
Hingga saat ini, upaya pemulihan menunjukkan progres signifikan. Dari total jaringan yang terdampak, sekitar 85 persen telah beroperasi normal kembali. Namun, sejumlah titik di kepulauan terluar masih menjadi pekerjaan rumah karena akses logistik yang sulit dijangkau.
Kepala Divisi Network & Delivery Operation Telkom, yang memimpin langsung operasi pemulihan, mengatakan bahwa timnya bekerja dengan sistem prioritas. Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Kota Kupang dan Labuan Bajo menjadi sasaran pertama, disusul pulau-pulau kecil yang bergantung penuh pada layanan seluler.
"Kami menurunkan personel tambahan ke lapangan dan menyiagakan perangkat cadangan untuk mempercepat aktivasi jaringan di titik-titik yang masih mati total," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Labuan Bajo, Selasa (10/12).
Gangguan terparah tercatat di Kabupaten Sumba Timur dan sebagian Pulau Alor. Di kedua lokasi ini, kerusakan kabel optik bawah laut menjadi kendala utama. TelkomGroup telah mengirimkan kapal perbaikan untuk melakukan penyambungan ulang, dengan target tuntas dalam pekan ini.
Dampak gempa tidak hanya dirasakan pada layanan telepon seluler. Layanan internet rumah berbasis fiber optik, WiFi Telkom, serta layanan corporate untuk perbankan dan pemerintahan di NTT juga sempat lumpuh. Kini, sebagian besar layanan tersebut sudah kembali normal, termasuk jaringan 4G di area wisata Geopark Flores.
Manajemen TelkomGroup memastikan tidak ada korban jiwa dari kalangan karyawan dalam insiden ini. Perusahaan juga membuka posko bantuan di beberapa titik untuk memudahkan warga melaporkan gangguan layanan sekaligus mendapatkan akses telepon gratis.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi lebih dari 50 kali gempa susulan dengan intensitas bervariasi. Menghadapi kondisi ini, TelkomGroup menyiagakan genset portabel dan peralatan transmisi cadangan di sejumlah sentral telepon untuk mengantisipasi gangguan berulang.
Langkah ini merupakan bagian dari prosedur tetap perusahaan dalam menghadapi bencana alam. Sebelumnya, Telkom juga menerapkan pola serupa saat gempa memporak-porandakan Palu dan Lombok, yang terbukti mempercepat pemulihan konektivitas di wilayah terdampak.
Dengan pulihnya 85 persen jaringan, aktivitas ekonomi dan komunikasi masyarakat NTT diharapkan segera berjalan normal. TelkomGroup menargetkan restorasi penuh seluruh layanan dalam waktu kurang dari dua pekan, seiring selesainya perbaikan infrastruktur bawah laut yang masih berlangsung.