DI YOGYAKARTA — Kabar ini menjadi pukulan telak bagi para pengguna setia iPhone X, termasuk di Indonesia yang masih cukup banyak memakainya sebagai perangkat utama ataupun cadangan. Setelah sempat berstatus vintage atau antik sejak tahun 2024, kini Apple secara resmi memasukkan iPhone X ke daftar produk usang (obsolete) dalam pembaruan laman dukungan mereka, Sabtu (15/8/2026).
Klasifikasi ini bukan sekadar label. Begitu sebuah perangkat masuk daftar obsolete, Apple menghentikan semua layanan perbaikan, baik di Apple Store maupun penyedia layanan resmi (Authorized Service Provider). Teknisi tidak akan bisa memesan suku cadang karena komponennya sudah tidak diproduksi lagi.
Artinya, jika layar iPhone X kamu pecah atau baterainya drop, opsi perbaikan resmi sudah tertutup total. Satu-satunya jalan adalah bengkel pihak ketiga yang masih memiliki stok suku cadang, dengan risiko kualitas yang bervariasi.
iPhone X pertama kali diluncurkan pada 2017 dan menjadi tonggak sejarah besar bagi Apple. Perangkat ini adalah iPhone pertama yang mengadopsi desain notch berbentuk poni di bagian atas layar, sebuah desain yang kemudian ditiru oleh hampir seluruh pabrikan Android selama bertahun-tahun.
Lebih dari itu, iPhone X juga menjadi model pertama yang menggunakan panel OLED dan memperkenalkan Face ID. Apple berani menghapus tombol Home dan sensor Touch ID, sebuah keputusan berani yang mengubah total cara interaksi pengguna dengan ponsel. Hasilnya, iPhone X tampil dengan layar yang hampir penuh dan bezel tipis, dibalut bodi kaca dengan rangka stainless steel yang terasa premium.
Dari sisi software, iPhone X sudah mencapai akhir masa dukungannya. Pembaruan sistem operasi besar terakhir yang diterimanya adalah iOS 16, dan kini perangkat tersebut mentok di versi iOS 16.7.16. Artinya, perangkat ini tidak akan menerima fitur baru atau patch keamanan penting yang dirilis Apple untuk iOS versi terbaru.
Di saat yang sama, Apple juga menambahkan MacBook Pro 2018 15 inch ke daftar produk usang. Laptop ini terbilang lawas karena masih mengandalkan prosesor Intel, sebelum Apple akhirnya memperkenalkan chip buatan sendiri, M1, pada tahun 2020 yang mengubah lini MacBook secara fundamental.
Kebijakan ini menegaskan siklus hidup produk Apple yang ketat. Sebuah perangkat dianggap vintage ketika sudah berhenti didistribusikan antara lima hingga tujuh tahun, dan baru menjadi obsolete setelah melewati tujuh tahun. Keputusan akhir tetap berada di tangan Apple.
Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini jadi pengingat untuk segera mem-backup data penting dari iPhone X. Setelah status ini resmi, kamu tidak bisa lagi mengandalkan dukungan resmi jika terjadi kerusakan hardware. Pertimbangkan untuk menabung demi upgrade ke model yang lebih baru sebelum perangkat kesayanganmu benar-benar mati total.