YOGYAKARTA — Tidak ada satu pun kabupaten/kota di DI Yogyakarta yang berpotensi diguyur hujan pada Jumat (16/8). BMKG DIY justru mencatat peningkatan tutupan awan dibandingkan Kamis kemarin, dengan sebagian wilayah diprediksi berawan tebal mulai sore hari.
Informasi ini disampaikan melalui kanal media sosial resmi BMKG DIY, @infobmkgyia. Kondisi tanpa hujan ini berlaku merata, mulai dari kawasan perkotaan, lereng Gunung Merapi, hingga jalur pantai selatan.
Seluruh wilayah Gunungkidul diprediksi cerah berawan sepanjang hari. BMKG menyebut kabupaten paling timur di DIY ini akan menikmati kondisi langit lebih cerah dibanding wilayah lainnya.
Kondisi serupa juga berlaku di kawasan wisata pantai Gunungkidul seperti Pantai Indrayanti dan sekitarnya. Ini menjadi kabar baik bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke pantai pada akhir pekan.
Untuk Kota Yogyakarta, langit diprediksi cerah berawan pada siang hari dan berubah menjadi berawan tebal menjelang malam. Meski begitu, BMKG memastikan tidak ada potensi hujan di wilayah ini.
Sleman mendapat catatan khusus dari BMKG. Sebagian besar wilayahnya, termasuk kawasan Candi Prambanan, diprediksi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Namun, kondisi berbeda terjadi di kawasan utara.
Wilayah Kaliurang serta tiga kapanewon di lereng Gunung Merapi—Pakem, Turi, dan Cangkringan—diperkirakan akan diselimuti awan tebal mulai sore hari. Wisatawan yang hendak menikmati suasana pegunungan disarankan menyiapkan pakaian hangat.
Bantul diprediksi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari tanpa potensi hujan. Kawasan wisata pantai seperti Parangtritis dan sekitarnya dipastikan aman untuk aktivitas wisata pantai.
Sementara itu, Kulon Progo juga terbebas dari potensi hujan. Kondisi ini berlaku di kawasan perbukitan Menoreh, area pantai, hingga Yogyakarta International Airport (YIA). Cuaca di kabupaten paling barat ini diperkirakan cerah berawan hingga berawan tebal sepanjang hari.
Dengan kondisi cuaca yang relatif bersahabat di seluruh DIY, masyarakat dan wisatawan tetap diimbau memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.