YOGYAKARTA — ParagonCorp tidak lagi hanya membaca "cerita biologis" manusia dari satu sisi. Melalui kolaborasi dengan Corpora Science, perusahaan kosmetik lokal itu bakal menghubungkan berbagai lapisan data biologis—metabolomik, proteomik, dan lipidomik—untuk menghasilkan pemahaman yang lebih utuh mengenai kondisi kulit masyarakat Indonesia.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Yogyakarta, Kamis (6/8). Cakupannya meliputi pemanfaatan fasilitas laboratorium, pertukaran pengetahuan antarpeneliti, pengembangan metodologi penelitian, hingga penyusunan publikasi ilmiah bersama.
Perjalanan riset ini tidak instan. ParagonCorp memulai riset genomik kulit masyarakat Indonesia pada 2021, dan hasilnya baru diaplikasikan ke produk inovasi yang diluncurkan pada 2024.
"Perjalanan dari genomik menuju multi-omics mengingatkan kami membangun ilmu pengetahuan tidak pernah instan. Setiap tahapan riset adalah fondasi yang memungkinkan kita memahami manusia dengan lebih utuh dan menghadirkan inovasi yang semakin berbasis sains, sehingga dapat semakin personalized, precise, dan relevant bagi konsumen," ujar Deputy CEO ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa.
Pendekatan multi-omics dinilai relevan karena kondisi kulit tidak hanya ditentukan oleh genetik. Paparan sinar matahari, iklim tropis, lingkungan, gaya hidup, hingga pola aktivitas turut membentuk karakteristik kulit setiap individu.
Dengan menghubungkan berbagai lapisan informasi biologis, peneliti bisa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai proses yang terjadi di dalam tubuh. Hal ini menjadi fondasi penting untuk menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Bagi ParagonCorp, kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Perusahaan menargetkan lahirnya penelitian berkelas dunia dari Indonesia, dimulai dari Yogyakarta.
"Pengembangan ekosistem riset merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk menghadirkan inovasi yang benar-benar bermanfaat dan relevan bagi masyarakat," kata dr. Sari Chairunnisa.
Direktur Operasional Corpora Science, Saptogiri, menambahkan bahwa kapabilitas riset semacam ini tidak dapat dibangun secara instan. Dibutuhkan kolaborasi yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu dan kompetensi.
"Setiap lapisan data biologis memberikan informasi yang berbeda. Ketika berbagai informasi tersebut mulai dihubungkan, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai proses biologis yang terjadi," ujarnya.
Selain pengembangan riset, kerja sama ini diharapkan memperluas ekosistem penelitian nasional. Fokusnya mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan jejaring antara industri dan lembaga riset, serta lahirnya publikasi ilmiah yang berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Bagi ParagonCorp, investasi pada riset merupakan investasi jangka panjang. Komitmen ini tercermin dari perjalanan penelitian genomik sejak 2021 hingga pengembangan pendekatan multi-omics saat ini.
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, perusahaan berharap dapat memperkuat kapabilitas riset Indonesia sekaligus menghadirkan inovasi beauty berbasis sains yang semakin relevan bagi masyarakat di masa depan.