SLEMAN — Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut profesi konsultan pajak menjadi garda depan dalam mencegah kebocoran penerimaan negara. Menurutnya, masih banyak masyarakat dan pelaku usaha yang belum memahami tata cara pelaporan perpajakan secara benar.
"Masyarakat, terkait perpajakan, banyak yang belum paham. Sehingga betul-betul membutuhkan bimbingan dan pendampingan dari konsultan pajak," kata Harda di sela peringatan HUT ke-61 IKPI, Minggu.
Harda mengingatkan para anggota IKPI untuk menjaga integritas dan komitmen dalam menjalankan tugas profesionalnya. Pendampingan yang jujur dinilai menjadi kunci utama agar penerimaan pajak daerah maupun negara tidak bocor.
"IKPI memiliki dinamika dan ujian yang cukup berat, diharapkan anggota IKPI sabar, kuat dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa serta ajaran agama, karena integritas dan komitmen harus terus dijaga agar konsultan pajak benar-benar dapat membantu negara mengamankan pendapatan pajak tanpa ada kebocoran," ujarnya.
Melalui momentum HUT ke-61 ini, Harda berharap keberadaan konsultan pajak semakin dikenal luas oleh masyarakat. Kehadiran IKPI dinilai mampu membantu pemerintah mencegah laporan pajak yang hanya sekadar formalitas.
Di tengah fluktuasi perekonomian nasional, Kabupaten Sleman justru mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang melampaui target, yakni sebesar 6,5 persen. Capaian ini disebut sebagai modal penting di tengah tantangan profesi yang tidak ringan.
Harda menyampaikan apresiasi atas kiprah IKPI selama 61 tahun dalam mengedukasi dan mendampingi masyarakat terkait hak dan kewajiban perpajakan. Menurutnya, peran organisasi ini sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi mereka yang belum memahami seluk-beluk perpajakan.
Rangkaian acara HUT ke-61 IKPI di Sleman diawali dengan jalan sehat, senam sehat, donor darah, hingga pemutaran profil IKPI Sleman. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi agar layanan konsultan pajak semakin dekat dengan masyarakat.