PSIM Jogja Resmi Lepas Andy Setyo, Bek Cedera yang Sempat Turun Bantu Tim EPA Sebelum Kontrak Habis

Penulis: Boyke Sihombing  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 18:32:32 WIB
PSIM Jogja resmi berpisah dengan Andy Setyo setelah masa kontraknya berakhir.

YOGYAKARTA — PSIM Jogja resmi berpisah dengan Andy Setyo. Manajemen klub Liga 2 itu tidak memperpanjang kontrak bek tengah berusia 27 tahun tersebut setelah masa baktinya selama satu musim dinyatakan selesai.

Cedera Sejak Pramusim, Menit Bermain Minim

Andy Setyo tidak bisa berkontribusi maksimal sepanjang musim ini. Cedera yang didapat saat pramusim memaksanya menepi cukup lama dan fokus pada proses pemulihan.

General Manager PSIM Jogja, Steven Sunny, mengungkapkan bahwa Andy bahkan sempat diturunkan ke tim Elite Pro Academy (EPA) demi mengembalikan kondisi fisiknya. "Dia juga sempat bermain untuk EPA dengan tujuan mendapatkan menit bermain sebelum kembali ke tim utama," ujar Steven dalam keterangan resmi.

Manajemen Beri Apresiasi, Doakan Kesembuhan

Meski performa Andy belum maksimal, manajemen PSIM memberikan penghargaan atas dedikasi pemain bernomor punggung 5 tersebut. "Kami ingin mengucapkan terima kasih untuk Andy Setyo. Apresiasi tertinggi kita berikan untuk profesionalisme dan kerja keras yang sudah dia tunjukkan selama bersama Laskar Mataram," kata Steven.

Steven juga mendoakan agar mantan bek tim nasional itu segera pulih total dan bersinar di klub barunya. "Kami mendoakan yang terbaik untuk kelanjutan karier Andy di klub barunya nanti. Semoga setelah ini dia bisa kembali ke performa terbaik, selalu fit, dan sukses di tempat baru," pungkasnya.

Kenangan Manis Bersama Suporter PSIM

Andy Setyo mengaku bangga pernah berseragam PSIM Jogja selama satu musim penuh. "Saya sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan PSIM. Tentu ada rasa haru karena harus berpisah, tetapi semua kenangan akan selalu saya simpan," katanya.

Pemain yang sempat memperkuat tim nasional Indonesia di level kelompok umur itu menyebut dukungan suporter menjadi momen paling berkesan. "Momen paling berkesan adalah ketika kami bisa meraih hasil terbaik bersama dan merasakan dukungan luar biasa dari suporter di setiap pertandingan," jelas Andy.

Meski belum bisa memberikan banyak menit bermain, Andy bertekad bangkit. "Semoga saya bisa terus berkembang, memberikan performa terbaik, dan meraih lebih banyak prestasi di masa depan," ujarnya.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: jogja.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top