YOGYAKARTA — Skor tingkat kegemaran membaca (TKM) di Kota Yogyakarta tercatat mengalami penurunan signifikan menjadi 75, berdasarkan penilaian terbaru dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Angka ini merosot dibandingkan capaian tahun-tahun sebelumnya yang sempat menyentuh skor 100.
Pihak Perpusnas mengklaim perubahan skor tersebut lebih disebabkan oleh perubahan instrumen penilaian. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemangku kebijakan di daerah untuk memahami ulang metodologi pengukuran literasi yang digunakan secara nasional.
Data terbaru ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Yogyakarta. Sebelumnya, capaian skor sempurna 100 sempat menjadi kebanggaan dan indikator keberhasilan program literasi di kota pelajar tersebut.
Dengan adanya perubahan instrumen, fokus pembenahan tidak lagi sekadar pada ketersediaan buku fisik. Ekosistem literasi digital dan kebiasaan membaca masyarakat menjadi variabel yang kini turut diperhitungkan.