IHSG Menguat 2,31% ke 5.879, Investor Sambut Kenaikan BI Rate dan Buyback BUMN

Penulis: Edi Wahyono  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 13:10:01 WIB
IHSG menguat 2,31% ke level 5.879 setelah respons positif pasar terhadap kenaikan BI Rate dan aksi buyback BUMN.

JAKARTA — IHSG sukses membalikkan posisi setelah sempat terkoreksi tipis di awal perdagangan. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menilai reli kali ini meredakan kepanikan pasar untuk sementara. Namun, ia mengingatkan faktor tekanan seperti arus keluar dana asing dan risiko fiskal belum sepenuhnya hilang.

Sentimen Domestik: BI Rate Naik 25 bps, BUMN Diminta Buyback

Pasar merespons positif langkah mengejutkan Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% di luar jadwal rapat reguler. Langkah ini diakui Gubernur BI sebagai respons atas pelemahan Rupiah yang terjadi lebih cepat dan lebih dalam dari perkiraan.

Pemerintah juga menggelar pertemuan dengan para CEO BUMN untuk mendorong aksi buyback saham. Langkah itu dinilai efektif menahan laju penurunan IHSG yang sempat menyentuh titik terendah tahun ini di level 5.317 pada perdagangan sebelumnya.

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi dan Laporan DEN ke Presiden

Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik 32% menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik 31,7% menjadi Rp17.000 per liter. Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan pada harga sebelumnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan. Laporan itu mencakup evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, percepatan integrasi GovTech berbasis AI, serta kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Selat Hormuz.

Konflik Iran-AS Kembali Memanas, Pasar Global Waspada

Harapan meredanya ketegangan sempat muncul setelah Iran dan Israel menghentikan serangan pada Senin (8/6/2026). Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut pembahasan kesepakatan nuklir Iran memasuki tahap akhir dan membuka peluang Selat Hormuz kembali normal.

Situasi berbalik setelah Trump menyatakan Iran menembak jatuh helikopter Apache milik AS di kawasan Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi dimulainya serangan balasan terhadap target di Iran, memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas.

Data Inflasi AS dan Suku Bunga The Fed Jadi Fokus Berikutnya

Investor global menanti rilis data inflasi AS, yakni Consumer Price Index (CPI) Mei 2026 pada Rabu (10/6/2026) dan Producer Price Index (PPI) pada Kamis (11/6/2026). Kuatnya data ketenagakerjaan AS dan lonjakan harga energi membuat pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Probabilitas kenaikan suku bunga tambahan tahun ini bahkan diperkirakan mencapai 69%.

Pada perdagangan sebelumnya, mayoritas bursa Eropa melemah. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,24%, FTSE 100 Inggris terkoreksi 1,41%, dan DAX Jerman melemah 0,74%. Di Wall Street, Dow Jones naik tipis 0,17%, sementara S&P 500 turun 0,26% dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,12%.

Reporter: Edi Wahyono
Back to top