BANTUL — Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut inovasi mesin pirolisis ini sebagai temuan yang bagus karena bisa mengolah sampah plastik menjadi solar. "Ini akan menjawab masalah sampah yang kita hadapi, terutama jenis plastik," kata Halim di Yogyakarta, Selasa.
Menurutnya, satu mesin pirolisis yang diserahkan kepada Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri itu setidaknya dapat mengurangi dua permasalahan sekaligus. Pertama, timbulan sampah di Bantul. Kedua, subsidi energi dengan menyediakan BBM alternatif yang berkualitas bagus. "Artinya, subsidi atau pengurangan kebutuhan energi yang berbahan fosil," jelasnya.
Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi BRIN Edi Hilmawan menambahkan, angka setana yang menjadi indikator kualitas pembakaran pada bahan bakar mesin diesel dalam Petasol termasuk bagus, yakni di angka 51. Namun, Edi mengakui perlu dilakukan penyempurnaan seperti berat jenis yang masih belum terstandar. "Pada prinsipnya ini (Petasol) aman digunakan untuk kendaraan," kata Edi.
BRIN membuka banyak opsi terkait inovasi atau teknologi yang bisa dikerjasamakan dengan daerah melalui kolaborasi dengan masyarakat, pemda, maupun industri. "Salah satunya mesin pirolisis untuk menanggulangi permasalahan sampah ini," ujarnya.
Bupati Halim melihat ada potensi besar dalam pengembangan sampah plastik menjadi Petasol. "Kalau masyarakat Bantul yang setiap hari memproduksi sampah plastik ini kita serap semuanya, maka ini akan menjadi potensi perbaikan lingkungan yang signifikan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantul secara simbolis melakukan pengisian langsung Petasol dari mesin Pertamini ke dua kendaraan, yakni truk pengangkut sampah dan minibus. Aksi ini menjadi bukti bahwa Petasol aman digunakan untuk kendaraan bermesin diesel.