YOGYAKARTA — Puluhan tim dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) saling beradu kekompakan di Lapangan Balai Kota Yogyakarta. Para pegawai perempuan berlomba menggunakan bakiak—terompah panjang yang mengharuskan setiap anggota tim melangkah serempak agar tidak jatuh. Sementara itu, pegawai pria mengadu kekuatan dalam tarik tambang yang diwarnai sorak sorai dari rekan-rekan yang memberi dukungan dari pinggir lapangan.
Sebelum lomba dimulai, seluruh peserta mengikuti Senam Jogja, aerobik, dan zumba di Jalan Ipda Tut Harsono. Suasana pagi itu penuh energi ketika ratusan pegawai bergerak serentak mengikuti irama musik. Setelahnya, dua cabang olahraga tradisional menjadi pusat perhatian: bakiak untuk tim perempuan dan tarik tambang untuk tim pria.
Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta, Sarwanto, menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang nguri-uri atau melestarikan budaya lokal. “Jangan sampai teman-teman khususnya pegawai Pemerintah Kota Yogyakarta melupakan olahraga tradisional. Ini menjadi sarana saling kumpul dan kebersamaan serta gotong royong,” ujarnya.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, mengaitkan langsung kegiatan ini dengan tema HUT ke-79 Pemkot, yakni Aman, Sehat, Resik, Indah. Menurutnya, pelayanan publik yang prima tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan administratif. Kesehatan fisik dan kekompakan tim menjadi fondasi yang sama pentingnya.
“Untuk pelayanan publik tentu saja dibutuhkan kesehatan fisik juga dan dibutuhkan kekompakan. Jadi kegiatan hari ini merefleksikan itu, bagaimana kita meningkatkan kebugaran fisik dan juga melatih kekompakan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik,” tegas Dedi Budiono di sela-sela acara.
Nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga tradisional—seperti gotong royong dan strategi tim—dianggap sejalan dengan semangat kerja lintas OPD. Dalam lomba bakiak misalnya, satu langkah salah dari salah satu anggota bisa membuat seluruh tim terjatuh. Hal serupa berlaku di lingkungan kerja birokrasi, di mana koordinasi antarbagian menjadi kunci kelancaran pelayanan kepada masyarakat.