Tesla Digugat Class Action di Quebec, Pompa Panas Bermasalah Rugikan Pemilik Hingga Rp 6,4 Miliar

Penulis: Boyke Sihombing  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 03:23:01 WIB
Gugatan class action di Quebec menyoroti masalah sistem pompa panas pada Tesla Model 3 dan Model Y.

DI YOGYAKARTA — Gugatan class action yang diajukan oleh warga Quebec, Amélie Paquette, melalui firma hukum Perrier Avocats, menargetkan Tesla atas kegagalan sistem pompa panas yang dinilai sistemik. Paquette membeli Tesla Model 3 baru pada Desember 2020 seharga CAD 52.880. Hanya sebulan setelah pembelian, tiga sensor pompa panas harus diganti. Dalam setahun, kendaraannya mengalami kegagalan total pemanas kabin hingga kompresor dan seluruh saluran fluida diganti dalam garansi.

Kerugian Pemilik Hingga Rp 71 Juta untuk Satu Perbaikan

Puncak masalah terjadi pada 27 Januari 2026, saat kabin kendaraan dipanaskan terlebih dahulu, asap tebal keluar dari dalam dan luar mobil disertai bau kimia. Pusat servis Tesla Laval memutuskan seluruh unit pompa panas harus diganti. Sayangnya, garansi 4 tahun atau 80.000 kilometer sudah habis. Odometer saat itu menunjukkan 158.220 kilometer. Paquette harus membayar CAD 4.476,55 (sekitar Rp 71,6 juta) dari kantong sendiri.

Setelah ditolak permintaan penggantian gratis atau tanggung jawab bersama, Paquette mengirim surat tuntutan resmi. Tesla menolak melalui email pada 17 Maret 2026. Gugatan ini menuntut ganti rugi biaya perbaikan, pengurangan harga beli atau sewa, serta ganti rugi punitif untuk semua pemilik Tesla di Quebec yang terdampak.

Pompa Panas Tesla: Masalah Kronis Sejak 2021

Masalah pompa panas Tesla bukanlah hal baru. Sejak awal 2021, pemilik Model 3 dan Model Y di iklim dingin melaporkan kehilangan pemanas total saat suhu turun di bawah -10°C. CEO Tesla Elon Musk saat itu mengklaim pembaruan perangkat lunak bisa memperbaiki masalah dengan mengkalibrasi ulang katup. Namun, pusat servis Tesla justru menyatakan ini masalah perangkat keras — flap atau katup macet akibat penumpukan es, menjebak refrigeran di evaporator dan menyebabkan kompresor mati.

Otoritas Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) akhirnya mengeluarkan recall untuk Model 3, Model Y, Model S, dan Model X tahun 2021-2022. Recall itu menegaskan masalah pompa panas mengganggu fungsi defroster kaca depan — pelanggaran standar keselamatan federal. Transport Canada juga meluncurkan investigasi sendiri setelah menerima lebih dari 170 keluhan dari pemilik Kanada, mayoritas dari Quebec.

Biaya Perbaikan Selangit, Hanya Bisa di Bengkel Resmi

Perbaikan pompa panas di luar garansi di Kanada umumnya memakan biaya CAD 3.800 hingga CAD 4.700 (Rp 60-75 juta). Sistem pompa panas terintegrasi dalam sistem manajemen termal baterai Tesla, sehingga opsi perbaikan terbatas hanya di pusat servis resmi Tesla. Berbeda dengan pemanas keramik PTC tradisional, sistem ini tidak bisa diperbaiki di bengkel umum.

Gugatan class action ini bukan yang pertama di Quebec. Pengadilan Tinggi provinsi tersebut sebelumnya telah mengesahkan gugatan class action terhadap Tesla atas cacat cat dan perubahan fitur Premium Connectivity. Tesla kini menghadapi gugatan senilai hingga CAD 14,5 miliar di berbagai yurisdiksi. Pemilik Tesla di Indonesia yang menggunakan sistem pompa panas pada Model 3, Model Y, atau Model S produksi 2021 ke atas disarankan memantau kondisi sistem pemanas, terutama menjelang akhir masa garansi.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top