DI YOGYAKARTA — IHSG memulai perdagangan dengan sentimen positif di level 6.207, naik 0,19 persen. Namun momentum itu tak bertahan lama. Hanya dalam hitungan menit, indeks komposit terperosok ke zona negatif dan sempat menyentuh level 6.140.
Sebanyak 198 saham masih bertahan di zona hijau, sementara 381 saham lainnya stagnan. Tekanan jual terlihat merata di hampir seluruh sektor.
Dari sepuluh indeks sektoral, hanya empat yang mampu bertahan di teritori positif. Sektor energi, properti, industri, dan kesehatan mencatatkan kenaikan. Sisanya, enam sektor lainnya, bergerak di zona merah.
Pelemahan di sektor keuangan menjadi perhatian utama karena bobotnya yang besar terhadap IHSG. Indeks LQ45 ikut terkoreksi 0,28 persen ke 617, diikuti indeks JII yang turun 0,26 persen ke 376.
Di tengah dominasi aksi jual, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Tiga saham memimpin daftar top gainers pada sesi awal perdagangan.
Ketiga saham tersebut berhasil menarik minat beli investor di tengah mayoritas saham yang tertekan.
Pergerakan IHSG pagi ini menunjukkan volatilitas tinggi di awal pekan. Setelah dibuka positif, tekanan jual langsung muncul dan membalikkan arah indeks. Investor masih mencermati sentimen global dan domestik yang mempengaruhi aliran modal.
Data transaksi awal menunjukkan likuiditas yang cukup tinggi dengan nilai Rp2,1 triliun dalam waktu singkat. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 3,09 miliar lembar, menandakan partisipasi pasar yang aktif sejak pembukaan.