DI YOGYAKARTA — Setelah vakum selama empat tahun sejak produksi generasi keempat dihentikan pada 2021, Pajero kembali dalam wujud yang sepenuhnya baru. Pabrikan asal Jepang itu menyebut kendaraan ini sebagai "cross-country SUV", menegaskan DNA off-road yang tetap dipertahankan.
Keputusan Mitsubishi menggunakan platform Triton cukup mengejutkan. Sebab, selama ini Pajero identik dengan sasis monokok yang lebih nyaman di jalan aspal. Langkah ini mengindikasikan Mitsubishi ingin mengembalikan Pajero ke akarnya sebagai kendaraan penjelajah berat, persis seperti generasi pertama yang lahir pada 1982.
Dalam teaser yang dirilis, Mitsubishi memperlihatkan wajah depan yang jauh lebih garang. Lampu utama berbentuk T dengan elemen vertikal berisi garis horizontal menjadi ciri khas baru. Desain ini terinspirasi dari bahasa styling terbaru Mitsubishi yang mulai diterapkan pada model-model global.
Meski berbagi sasis dengan Triton, Mitsubishi menegaskan kabin dan sistem suspensi Pajero dikembangkan khusus. Artinya, karakter berkendara dan kenyamanan interior tidak akan sama persis dengan pikap yang menjadi basisnya.
Satu pertanyaan besar menyangkut kehadiran Pajero di Amerika Serikat. Di pasar AS, SUV ini dikenal dengan nama Montero dan terakhir dijual pada 2006. Masalahnya, Triton tidak dijual di Amerika, sehingga platform ini belum tersertifikasi untuk pasar tersebut.
Namun, ada secercah harapan. Mitsubishi tercatat telah mendaftarkan merek dagang Montero di Amerika Serikat pada 2024. Langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa pabrikan masih mempertimbangkan untuk membawa SUV besar ini ke Negeri Paman Sam.
Sebelumnya, banyak pihak berspekulasi Montero baru akan berbagi platform dengan Nissan Xterra bodi-on-frame yang akan datang. Spekulasi itu muncul mengingat eratnya hubungan aliansi antara Mitsubishi dan Nissan. Namun, konfirmasi penggunaan platform Triton mengubah peta persaingan di segmen SUV off-road global.
Pajero pertama kali diperkenalkan pada 1982 dan langsung menjadi ikon off-road dunia. Reputasinya dibangun lewat kemenangan legendaris di ajang Reli Dakar. Selama empat generasi, Pajero dikenal sebagai SUV tangguh yang mampu melibas medan berat tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang.
Generasi keempat yang terakhir diproduksi menggunakan sasis monokok dan sudah mulai ditinggalkan pasar karena kalah modern dari pesaing seperti Toyota Land Cruiser Prado. Kini, dengan pendekatan ladder frame yang lebih tradisional, Mitsubishi sepertinya ingin kembali ke DNA asli Pajero.
Informasi lebih detail mengenai spesifikasi mesin dan harga akan diumumkan bersamaan dengan peluncuran resmi pada musim gugur 2025. Pasar Indonesia, yang pernah menjadi salah satu basis penggemar berat Pajero, tentu menantikan kehadirannya.