KLATEN — Kecelakaan maut di ruas Jalan Jogja-Solo, tepatnya di wilayah Klaten Selatan, merenggut nyawa seorang remaja. BW (16), warga Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, tewas setelah motornya menabrak dump truk yang tengah mogok dan berhenti di bahu jalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Klaten, Iptu Alif Akbar Lukman Hakim, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Menurutnya, korban mengalami luka berat dan sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
"Meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RSUP. Betul (korban dari arah Yogyakarta menabrak bagian belakang truk mogok di depannya)," terang Alif saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).
Informasi yang dihimpun dari Lurah Buntalan, Heribertus Widada Sri Raharja, menyebutkan korban baru saja pulang dari arah Yogyakarta sekitar pukul 22.00 WIB. Di tengah perjalanan, ia diduga tidak melihat dump truk yang sedang mogok dan menepi di sisi kanan badan jalan.
"Menurut informasi sekitar jam 22.00 WIB dia pulang dari arah Yogyakarta, ada truk mogok di jalan. Akhirnya nabrak," jelas Heribertus.
Kerasnya benturan membuat motor Vario yang dikendarai BW ringsek dan masuk ke kolong truk bagian samping kiri. Sebuah video yang viral di media sosial, khususnya akun Facebook INFO SEPUTAR JOGONALAN KLATEN, memperlihatkan kondisi motor yang hancur serta warga yang berusaha mengevakuasi korban.
BW sempat mendapatkan perawatan medis di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Pihak keluarga memutuskan untuk memakamkan korban pada hari yang sama, Kamis (28/5/2026), pukul 14.00 WIB.
"Rencana pemakaman hari ini jam 14.00 WIB. Ya betul siswa kelas I di SMAN Jogonalan," ujar Heribertus.
Polres Klaten masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Namun, Iptu Alif mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di malam hari.
"Pengendara kita imbau konsentrasi, fokus, utamakan keselamatan dan taati peraturan. Untuk truk apabila berhenti di jalan ataupun parkir melihat situasi aman, berikan tanda peringatan yang terlihat serta harus ada yang berjaga," pesan Alif.
Jalan Jogja-Solo merupakan jalur utama yang padat, terutama dengan kendaraan berat dan pengendara sepeda motor. Minimnya penerangan di beberapa titik serta kebiasaan pengemudi truk yang parkir atau mogok tanpa memasang segitiga pengaman kerap menjadi pemicu kecelakaan serupa. Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih disiplin dalam berkendara, terutama memberikan tanda peringatan yang jelas saat kendaraan dalam kondisi darurat.