Tottenham Lakukan Investigasi Besar-besaran ke Lapangan Stadion yang Diduga Jadi Biang Kerok Cedera Pemain

Penulis: Edi Wahyono  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 04:54:01 WIB
Tottenham Hotspur melakukan audit menyeluruh terhadap lapangan stadion setelah maraknya cedera pemain.

DI YOGYAKARTA — Tottenham Hotspur menggelar audit besar-besaran di departemen performa dan medis mereka setelah musim kedua beruntun dihantam badai cedera. Klub yang finis di peringkat 17 dua kali berturut-turut ini nyaris terlempar dari Premier League andai tidak menang di laga pamungkas melawan Everton.

Sejak awal musim 2024/25, Spurs mencatat 123 cedera—hanya kalah dari Arsenal (146) di Premier League. Angka ini memicu pertanyaan serius: apakah ada yang salah dengan infrastruktur klub termahal kesembilan di dunia itu?

Lapangan Retractable Jadi Tersangka Utama

Investigasi internal yang dipimpin performance director Dan Lewindon—yang baru tiga bulan menjabat—menyoroti lapangan Tottenham Hotspur Stadium yang bisa ditarik (retractable pitch). Kekhawatiran muncul setelah rentetan cedera lutut parah terjadi di kandang sendiri.

Dejan Kulusevski dan Radu Dragusin mengalami cedera ACL di laga kandang musim lalu. James Maddison robek ACL parsial saat menjamu Bodo/Glimt pada Mei 2025, lalu ruptur total tiga bulan kemudian di pramusim Korea Selatan. Musim ini, Ben Davies patah pergelangan kaki saat kalah dari West Ham di kandang, sementara Wilson Odobert robek ACL saat tumbang dari Newcastle.

Spurs rutin melakukan uji eksternal mandiri untuk membandingkan pantulan bola di lapangan stadion dengan lapangan latihan. Hasilnya sejauh ini belum konklusif, tapi pengujian lebih detail dijadwalkan dalam beberapa pekan ke depan.

Real Madrid Juga Alami Masalah Serupa

Investigasi Tottenham ini beriringan dengan sorotan terhadap stadion anyar Real Madrid, Santiago Bernabeu, yang juga menggunakan lapangan retractable. Klub raksasa Spanyol itu dilaporkan mengalami lonjakan cedera ACL sejak stadion dibuka kembali tiga tahun lalu. Media Spanyol menyebut Real Madrid kini menyelidiki lapangan di Bernabeu dan pusat latihan Valdebebas.

Perbedaannya, Spurs sudah tujuh tahun bermain di stadion senilai £1 miliar ini, namun cedera baru menjadi epidemi dalam dua musim terakhir. Real Madrid baru tiga tahun menempati stadion refurbished mereka.

Bukan Cuma Lapangan: Struktur Tim Medis Juga Bermasalah

Review Lewindon mengungkap masalah struktural di dalam tim performa klub. Ada keyakinan bahwa kurangnya integrasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan bersama menyebabkan cedera dan cedera berulang pada pemain.

Pelatih Roberto De Zerbi menginginkan dukungan yang lebih personal untuk setiap pemain. Sebagai respons, Lewindon membangun pendekatan tim kecil—enam pemain ditangani satu fisioterapis agar kualitas program latihan dan persiapan fisik lebih terukur. Klub juga tengah merekrut psikolog untuk tim utama guna memperbaiki komunikasi.

Empat Pelatih dalam Setahun, Beban Latihan Berubah Drastis

Faktor lain yang tak kalah penting: rotasi pelatih. Dalam kurun satu tahun, Tottenham berganti empat pelatih kepala—Ange Postecoglou, Thomas Frank, Igor Tudor, dan Roberto De Zerbi. Setiap pelatih membawa metode latihan dan taktik berbeda, yang menurut klub meningkatkan risiko cedera pemain.

De Zerbi sendiri kehilangan satu pemain karena cedera di tiga laga pertamanya. Cristian Romero cedera hingga akhir musim saat kalah dari Sunderland, disusul Destiny Udogie yang juga harus ditarik keluar.

Dalam surat terbuka kepada suporter, ketua non-eksekutif Peter Charrington berjanji akan ada "fokus signifikan pada peningkatan standar di bidang medis dan performa". Pertanyaannya sekarang: seberapa cepat perbaikan ini bisa menyelamatkan Spurs dari musim ketiga yang sama buruknya?

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: skysports.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top