DI YOGYAKARTA — BYD Motor Indonesia angkat bicara soal video viral kebakaran di salah satu dealernya di BSD, Tangerang. Head of Marketing PR & Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan menegaskan bahwa api tidak berasal dari area yang berhubungan dengan baterai kendaraan listrik.
"Gudang penyimpanan sisa gitu, seperti dokumen (tak terpakai) hingga kardus," kata Luther dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5).
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, asap hitam pekat membumbung tinggi dari area belakang dealer yang bersebelahan dengan showroom Denza. Insiden ini memicu kekhawatiran publik, terutama pemilik mobil listrik, soal risiko kebakaran baterai.
Luther menambahkan, tim internal BYD bersama pihak terkait masih melakukan investigasi untuk mencari penyebab utama munculnya api. Hingga saat ini, perusahaan belum bisa menyimpulkan asal muasal kebakaran secara pasti.
"Kejadian tersebut telah ditangani dengan cepat, dan saat ini asap sudah sepenuhnya padam. Area yang terdampak berada di bagian gudang penyimpanan belakang showroom, khususnya material yang berbahan kertas dan kardus," ujarnya.
Kabar baik dari insiden ini: tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. BYD memastikan semua karyawan dan pengunjung dealer berhasil dievakuasi dengan selamat saat kebakaran terjadi.
"Yang terpenting tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tegas Luther.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi soal dampak kebakaran terhadap operasional dealer BYD BSD. Pertanyaan mengenai kerusakan bangunan, kendaraan yang mungkin terdampak, serta jadwal pembukaan kembali showroom masih belum dijawab oleh pihak ATPM.
Klarifikasi ini penting karena isu kebakaran baterai menjadi sensitif di kalangan pengguna kendaraan listrik di Indonesia. Beberapa insiden kebakaran mobil listrik di luar negeri kerap dikaitkan dengan thermal runaway pada baterai lithium-ion.
Dengan pernyataan resmi dari BYD, masyarakat diharapkan tidak salah kaprah. Titik api yang berada di area gudang penyimpanan dokumen dan kardus merupakan kasus kebakaran umum yang bisa terjadi di bangunan komersial mana pun, tanpa kaitan langsung dengan teknologi baterai kendaraan listrik.
Kebakaran di dealer BYD BSD menjadi pengingat bagi seluruh pelaku industri otomotif untuk memperketat prosedur keselamatan kebakaran, terutama di area gudang penyimpanan yang rawan menjadi sumber api.