58 Biksu Berjalan Kaki dari Klaten ke Yogyakarta untuk Perdamaian Dilepas Langsung Bupati di Perbatasan

Penulis: Edi Wahyono  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:58:24 WIB
Bupati Klaten melepas 58 biksu dalam aksi jalan kaki perdamaian dari perbatasan menuju Yogyakarta.

KLATEN — Puluhan bikshu berjubah kuning dan cokelat berjalan perlahan meninggalkan perbatasan Klaten menuju Yogyakarta, Jumat pagi. Mereka adalah peserta "Walk for Peace" yang tahun ini diikuti oleh 58 biksu dari berbagai komunitas Buddhis di Tanah Air.

Bupati Klaten secara langsung melepas rombongan di titik nol perjalanan. Pelepasan itu berlangsung singkat, diikuti doa bersama dan pemberian wejangan dari para sesepuh vihara.

Mengapa Rute Klaten-Yogyakarta Dipilih untuk Aksi Damai Ini?

Rute yang menghubungkan Klaten dan Yogyakarta dipilih karena memiliki nilai historis sebagai jalur spiritual dan pusat peradaban di Jawa. Para biksu akan menempuh jarak puluhan kilometer dengan berjalan kaki, berhenti di beberapa titik untuk bermeditasi dan memberi kesempatan warga memberikan dana makanan (pindapata).

Kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan. "Kami ingin menyampaikan pesan bahwa perdamaian bisa dimulai dari langkah kecil, dari kaki kita sendiri," ujar salah satu pemimpin rombongan yang enggan disebutkan namanya.

Apa yang Dilakukan Warga Sepanjang Jalur yang Dilewati Para Biksu?

Sepanjang perjalanan, warga setempat terlihat antusias. Mereka berdiri di pinggir jalan, memberikan sembah, dan menyiapkan air mineral serta makanan kecil untuk para biksu. Beberapa warga bahkan ikut berjalan beberapa meter mendampingi rombongan.

Di beberapa titik, anak-anak sekolah yang kebetulan melintas ikut berhenti dan mengamati prosesi. Suasana khidmat namun hangat menyelimuti perjalanan para biksuh tersebut.

Berapa Lama Perjalanan dan Kapan Tiba di Yogyakarta?

Perjalanan dari perbatasan Klaten menuju pusat Kota Yogyakarta diperkirakan memakan waktu beberapa jam. Rombongan tidak terburu-buru; mereka berjalan dengan ritme pelan, berhenti di beberapa vihara dan tempat ibadah lain untuk beristirahat sejenak.

Titik akhir perjalanan direncanakan di kawasan Malioboro atau kompleks Candi Mendut, tergantung kondisi fisik para peserta. Kepolisian setempat turut mengawal jalannya aksi damai ini untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan keamanan.

Apa Pesan Utama dari Aksi Walk for Peace Ini?

Selain sebagai bentuk latihan spiritual, "Walk for Peace" ingin menegaskan kembali pentingnya kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Para biksu berharap aksi ini bisa menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai.

Kegiatan serupa telah dilakukan di beberapa daerah lain sebelumnya, namun rute Klaten-Yogyakarta tahun ini mendapat perhatian lebih karena melintasi kawasan yang padat penduduk dan multi-etnis.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: news.indozone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top