LPS dan CT Corp Digandeng UGM Garap Jogja Financial Festival 2026, Target Literasi Mahasiswa Ditingkatkan

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 10:56:01 WIB
Rektor UGM membuka Jogja Financial Festival 2026 sebagai upaya peningkatan literasi keuangan mahasiswa.

DI YOGYAKARTAJogja Financial Festival 2026 resmi dibuka di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (22/5/2026). Acara ini merupakan hasil kerja sama antara UGM, LPS, dan CT Corp yang dipimpin Chairul Tanjung.

Dalam sambutannya, Rektor UGM Profesor Ova Emilia memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, literasi keuangan kini bukan lagi soal menabung atau investasi semata, melainkan pemahaman terhadap risiko digital yang mengintai mahasiswa.

"Perkembangan teknologi digital berdampak pada kemudahan akses, tetapi juga diimbangi risiko. Pemahaman risiko sangat diperlukan agar tidak berubah menjadi kerentanan," ujar Ova dalam seremoni pembukaan.

Mahasiswa Rentan Terjebak Pinjol dan Investasi Ilegal

Data di lingkungan UGM menunjukkan banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan akibat kemudahan akses keuangan digital. Mulai dari jeratan pinjaman online (pinjol) hingga investasi bodong yang mengatasnamakan aset digital.

"Di universitas, banyak kejadian mahasiswa dengan kemudahan tersebut, terjebak dalam berbagai situasi yang menyulitkan," sambung Ova.

Fenomena ini menjadi perhatian serius. OJK mencatat hingga akhir 2025, kerugian masyarakat akibat investasi ilegal dan pinjol ilegal masih mencapai triliunan rupiah, dengan korban didominasi generasi muda usia 18-25 tahun.

Peran LPS dan CT Corp dalam Festival

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu yang turut hadir menekankan pentingnya edukasi sejak dini. LPS selama ini aktif dalam program literasi keuangan nasional, terutama terkait penjaminan simpanan nasabah bank.

CT Corp melalui Chairul Tanjung menyediakan dukungan pendanaan dan jaringan bisnis. Perusahaan miliknya memiliki portofolio di perbankan (Bank Mega), media (Trans Media), hingga ritel (Trans Retail) yang relevan dengan ekosistem keuangan.

Apa yang Bisa Didapat Mahasiswa?

Jogja Financial Festival 2026 menghadirkan seminar, workshop, dan booth konsultasi keuangan gratis. Mahasiswa bisa belajar langsung tentang cara mengelola utang, membedakan investasi legal dan ilegal, serta simulasi perencanaan keuangan jangka panjang.

Acara ini juga menjadi ajang networking antara pelaku industri keuangan dan akademisi. UGM berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan yang memperkuat literasi keuangan di Yogyakarta.

Mengapa UGM Perlu Terjun Langsung?

Sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia, UGM memiliki lebih dari 60 ribu mahasiswa. Tanpa edukasi yang masif, risiko kerugian akibat literasi rendah bisa meluas ke lingkungan kampus.

"Kami tidak ingin mahasiswa hanya pintar secara akademik, tapi rentan secara finansial," tegas Ova.

Festival ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, menampilkan puluhan tenant dari perbankan, fintech, dan lembaga jasa keuangan lainnya. Akses masuk gratis bagi pelajar dan mahasiswa.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top