DI YOGYAKARTA — Penurunan harga emas di gerai Pegadaian hari ini dipicu penyesuaian pasar domestik terhadap nilai tukar rupiah dan dinamika pasokan lokal. Kondisi ini terbilang unik karena emas dunia di pasar spot justru ditutup menguat 1 persen ke level USD 4.532,72 per ounce (sekitar Rp 72,52 juta) pada Rabu (20/5/2026). Penguatan global tersebut terjadi seiring merosotnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dari level tertingginya.
Ketika yield obligasi turun, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai tanpa bunga otomatis meningkat. "Kita telah melihat jeda dari peningkatan imbal hasil yang berkelanjutan. Akibatnya, kita telah melihat harga emas menguat dari titik terendah baru-baru ini," ujar David Meger, Direktur Perdagangan High Ridge Futures.
Pegadaian menyediakan tiga varian utama dengan denominasi berat beragam bagi masyarakat yang ingin berinvestasi. Emas batangan cetakan UBS merosot paling tajam sebesar Rp 48.000 menjadi Rp 2.797.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 2.845.000. Sementara itu, harga emas Antam menyusut Rp 25.000 menjadi Rp 2.862.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.887.000.
Produk anak usaha Pegadaian, Galeri24, juga terkoreksi Rp 26.000 menjadi Rp 2.756.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 2.782.000. Masyarakat dapat membawa pulang emas Galeri24 mulai ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram. Adapun cetakan UBS tersedia hingga ukuran 500 gram, sedangkan cetakan Antam di aplikasi Sahabat Pegadaian dibatasi dari 0,5 gram hingga 100 gram saja.
Arah pergerakan harga emas ke depan bergantung penuh pada kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Suku bunga tinggi menekan emas karena meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) memegang aset tanpa imbal hasil. Saat ini, pelaku pasar mengantisipasi peluang sebesar 89,6 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Juni mendatang.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memproyeksikan berakhirnya konflik Timur Tengah turut menekan harga minyak mentah Brent. Redanya harga energi ini diperkirakan mampu menjinakkan inflasi global sekaligus melonggarkan kebijakan moneter yang menguntungkan pasar emas. "Segala jenis penyelesaian perang akan menjadi hal positif bagi pasar emas karena ekspektasinya adalah suku bunga akan turun," tambah Meger.
Penurunan tajam emas UBS disebabkan oleh perbedaan skema premium, biaya cetak, dan likuiditas pasar domestik masing-masing produsen. Emas UBS cenderung memiliki margin harga yang lebih dinamis dibanding Antam di platform Pegadaian.
Secara historis, koreksi harian di atas Rp 25.000 per gram menjadi momentum tepat bagi investor ritel untuk melakukan akumulasi (buy on weakness). Investor sebaiknya melakukan pembelian berkala demi mendapatkan harga rata-rata yang optimal.
Selain melalui outlet dan aplikasi Sahabat Pegadaian, masyarakat dapat memantau harga emas Antam di situs resmi Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk. Harga pada laman resmi tersebut diperbarui setiap hari setelah pukul 08.30 WIB.