SLEMAN — Masyarakat Sleman kini bisa mengakses layanan konsultasi dan rehabilitasi narkoba tanpa harus datang ke kantor BNNK. Melalui enam program inovasi yang diluncurkan sejak 2024, lembaga ini menyasar kelompok remaja bermasalah sosial, pengunjung wisata, hingga warga di lampu merah dan pasar tradisional.
Kepala BNNK Sleman Kombes Pol Teguh Tri Prasetya mengatakan transformasi layanan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan era digital dan pelayanan cepat. "Inovasi tersebut tidak hanya mempermudah akses layanan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba," ujarnya di Sleman, Senin.
Program pertama bernama "Bertamu" atau Berbagi Informasi dan Edukasi Bahaya Narkoba melalui Tatap Muka. Sasaran utamanya adalah remaja bermasalah sosial di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinas Sosial DIY. Kegiatannya berupa Seminar Peer setiap Selasa dan Sharing Circle pada Rabu serta Kamis malam.
Inovasi kedua adalah "Merapat" atau Melayani Masyarakat Setempat. Layanan ini digelar setiap Selasa di Kantor Kelurahan Condong Catur dan tempat lain secara situasional. Warga bisa mengurus Surat Bebas Narkoba (SKHPN), tes urine deteksi dini, konsultasi, hingga pengaduan terkait narkoba.
Program ketiga, "Salak Madu", merupakan Sarana Layanan Konseling Masyarakat Adiksi Dengan Upaya Pemulihan. Layanan ini menyasar warga binaan pemasyarakatan dan klien rehabilitasi di Lapas IIB Sleman setiap Rabu. Prosesnya mencakup skrining, asesmen, pemeriksaan urine, intervensi psikososial, manajemen kasus, dan pemantauan berkelanjutan.
Inovasi keempat, "Sekawan", adalah Sosialisasi dan Edukasi Kawasan Wisata Anti-Narkoba. Program ini menyasar pengunjung objek wisata, wisata kuliner, dan pusat perbelanjaan. Layanannya meliputi photobooth antinarkoba, pojok BNN dengan pameran replika narkoba dan rompi antipeluru, cek kesehatan gratis, serta konsultasi.
Program kelima, "Tenar" atau Teras Edukasi Narkoba, digelar setiap Jumat di depan Kantor BNNK Sleman. Masyarakat yang melintas bisa mendapatkan edukasi P4GN, cek kesehatan gratis, dan konsultasi langsung.
Inovasi keenam adalah "Eling" atau Edukasi Keliling. Tim BNNK Sleman menyasar titik-titik kumpul strategis seperti lampu merah dan pasar setiap Rabu dan Kamis. Layanan sosialisasi P4GN diberikan langsung kepada masyarakat di lokasi.
Teguh menambahkan bahwa seluruh inovasi ini mengedepankan pelayanan informasi digital, optimalisasi konsultasi rehabilitasi, dan penyederhanaan administrasi. "Melalui inovasi ini, kami berharap kehadiran BNNK Sleman benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya.