DI YOGYAKARTA — Google Messages kini mulai menunjukkan tanda-tanda awal dukungan untuk panggilan video berbasis RCS (Rich Communication Services). Indikasi ini muncul setelah pengembang berhasil mengidentifikasi kode baru dalam aplikasi versi beta yang secara spesifik mengacu pada fitur tersebut.
Dalam versi beta terbaru Google Messages dengan nomor build messages.android_20260515_00_RC00.phone.openbeta_dynamic, ditemukan sebuah baris kode baru. Kode tersebut adalah:
Kehadiran string "rcs_video_call_title" ini menjadi petunjuk paling konkret sejauh ini bahwa Google sedang memikirkan atau bahkan mulai mengerjakan integrasi panggilan video RCS. Saat ini, Google Messages sudah mendukung panggilan video melalui Google Meet dan ViLTE (Video over LTE) yang bergantung pada operator seluler.
Langkah Google ini tidak terlepas dari publikasi RCS Universal Profile 4.0 beberapa waktu lalu. Profil terbaru dari standar RCS ini secara resmi memasukkan dukungan untuk panggilan video lintas platform sebagai fitur inti. Artinya, jika diimplementasikan, pengguna aplikasi perpesanan yang berbeda—asalkan sama-sama mendukung RCS—bisa saling melakukan panggilan video tanpa perlu aplikasi pihak ketiga.
Meski temuan ini menggembirakan, para pengamat mengingatkan untuk tidak terlalu cepat berspekulasi. Kehadiran string kode tersebut belum tentu berarti fitur panggilan video RCS akan segera hadir. Bisa jadi, ini hanyalah langkah awal untuk membuat aplikasi Messages "mengenal" dan mengomunikasikan fitur apa saja yang didukung dan tidak didukung oleh perangkat pengguna berdasarkan profil RCS-nya.
“At least, while it’s nice to think that Google has made implementing RCS video calls a top priority for Messages devs, we just don’t have the evidence to support such a claim yet,” tulis tim dari Android Authority dalam laporannya. Mereka menambahkan bahwa string ini bisa saja merupakan bagian dari upaya untuk membuat Messages sadar akan fitur-fitur yang ada di Universal Profile 4.0.
Bagi pengguna Android di Indonesia yang terbiasa menggunakan Google Messages sebagai aplikasi SMS default, fitur ini bisa menjadi nilai tambah besar. Jika terealisasi, panggilan video RCS akan menjadi alternatif yang lebih terintegrasi dan tidak memerlukan aplikasi tambahan seperti WhatsApp, Zoom, atau Google Meet untuk melakukan panggilan video antar pengguna RCS.
Namun, adopsi RCS di Indonesia sendiri masih bergantung pada dukungan operator seluler. Meskipun beberapa operator besar sudah mulai mengaktifkan layanan RCS, belum semuanya memberikan pengalaman yang mulus. Kehadiran fitur panggilan video RCS bisa menjadi katalis untuk mendorong adopsi RCS yang lebih luas di tanah air.
Untuk saat ini, para penggemar teknologi dan pengguna setia Google Messages hanya bisa menunggu dan berharap. Setidaknya, temuan ini menandakan bahwa pengembang Google sudah menaruh fitur panggilan video RCS di peta pengembangan mereka.