Psikolog Anak Bagikan Kiat Membangun Budaya Membaca dalam Keluarga, Mulai dari Sudut Baca hingga Buku Fisik

Penulis: Edi Wahyono  •  Senin, 18 Mei 2026 | 21:53:01 WIB
Psikolog anak Sani B. Hermawan mendorong orang tua menciptakan sudut baca yang menyenangkan untuk anak.

YOGYAKARTA — Psikolog anak dan keluarga lulusan Sani B. Hermawan P.Si mendorong para orang tua untuk mulai membangun budaya membaca dalam keluarga sejak dini. Caranya, dengan memperkenalkan buku-buku menarik dan menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa dekat dengan buku.

"Misalnya ada sudut baca anak, ditaruh rak-rak buku yang menyenangkan yang anak gampang baca dan ambilnya," kata Sani kepada ANTARA di Jakarta, Senin lalu.

Menurutnya, budaya baca bisa dikenalkan sejak anak masih kecil. Semakin dini anak diperkenalkan pada buku, semakin besar kemungkinan mereka tumbuh dengan kebiasaan membaca yang melekat.

Pilih Buku Fisik untuk Anak Usia Prasekolah

Sani menyarankan agar orang tua memilih buku yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Untuk anak usia prasekolah, buku dengan gambar berukuran besar atau buku interaktif yang dilengkapi bunyi-bunyian bisa menjadi pilihan tepat.

"Secara isi, kalau untuk anak-anak lebih menarik buku fisik, dan dampak secara fisik dan perkembangan anak juga lebih bagus buku fisik daripada buku digital," jelasnya.

Namun, untuk anak yang lebih dewasa, buku digital dinilai lebih efektif. "Karena bisa di mana saja bacanya dan kapan saja," imbuh Sani.

Jadikan Waktu Membaca sebagai Momen Interaksi

Kunci utama membangun budaya membaca bukan sekadar menyediakan buku, melainkan meluangkan waktu untuk membaca bersama anak. Sani menekankan pentingnya interaksi antara orang tua dan anak selama kegiatan membaca.

"Disesuaikan dengan usia anak, terpenting sebenarnya anak merasa nyaman, enak, ada interaksi antara orang tua dan anak dalam membaca, misalnya dibacakan waktu sebelum tidur, jadi bahan interaksi dengan orang tua," ujar Sani.

Untuk anak yang masih kecil, orang tua bisa mengajak mereka mencari perbedaan gambar atau menjawab teka-teki yang ada di dalam buku. Kebiasaan ini membuat anak mengasosiasikan membaca dengan kedekatan dan kehangatan dalam keluarga.

Manfaat Membaca: Kurangi Layar, Bangun Imajinasi

Selain mengalihkan perhatian anak dari layar perangkat elektronik, membaca buku memiliki segudang manfaat lain. Sani menyebutkan bahwa membaca dapat membantu membangun kemampuan berpikir secara mendalam, membentuk kepribadian yang baik, serta meningkatkan imajinasi dan kemampuan interaksi anak.

Orang tua yang konsisten membacakan buku atau berdiskusi tentang isi buku bersama anak, secara tidak langsung sedang menanamkan fondasi literasi yang kuat. Budaya membaca yang terbangun sejak kecil akan menjadi bekal berharga bagi anak di masa depan.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top