PSIM Yogyakarta Liburkan Pemain Sejak 18 September, Evaluasi Performa Usai Panen Satu Poin dari Tiga Laga

Penulis: Edi Wahyono  •  Selasa, 22 September 2026 | 13:47:31 WIB
Manajer tim PSIM Yogyakarta Iksan Mahar menyampaikan evaluasi menyeluruh usai tim meraih satu poin dari tiga laga awal BRI Super League.

PSIM Yogyakarta memanfaatkan jeda internasional FIFA Matchday untuk mengevaluasi performa tim setelah hanya mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan awal BRI Super League 2026/2027. Manajer tim Iksan Mahar menyatakan evaluasi menyeluruh mencakup aspek teknis dan nonteknis, dengan pemain diliburkan sejak 18 September dan kembali berkumpul pada 26 September. PSIM saat ini berada di peringkat ke-14 klasemen sementara, unggul satu poin dari zona degradasi.

YOGYAKARTA — PSIM Yogyakarta memilih jeda internasional FIFA Matchday sebagai momen pembenahan internal. Manajemen klub bersama jajaran pelatih sepakat mengevaluasi menyeluruh setelah tim hanya meraih satu poin dari tiga laga pembuka BRI Super League musim ini.

Hasil seri melawan Persita Tangerang diikuti dua kekalahan beruntun dari Persebaya Surabaya dan Madura United. Rentetan catatan minor itu membuat manajemen bergerak cepat sebelum kompetisi kembali bergulir awal bulan depan.

Evaluasi Teknis dan Nonteknis Jadi Prioritas

Manajer tim PSIM Yogyakarta Iksan Mahar menegaskan evaluasi tidak hanya menyentuh aspek permainan di lapangan. Manajemen dan pelatih menilai perlu ada pembenahan dari sisi nonteknis yang selama ini ikut memengaruhi performa tim.

"Kami hanya mengumpulkan satu poin dari satu hasil seri serta dua kekalahan beruntun sehingga evaluasi menyeluruh dari sisi teknis maupun nonteknis mutlak kami lakukan," kata Iksan.

Iksan menjelaskan bahwa jeda kompetisi memberi ruang cukup bagi tim untuk membenahi berbagai kekurangan. Menurutnya, waktu yang tersedia harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebelum menghadapi laga berat berikutnya.

Pemain Diliburkan Sejak 18 September

PSIM Yogyakarta meliburkan para pemain sejak 18 September lalu. Skuad akan kembali berkumpul pada 26 September mendatang untuk memulai persiapan menghadapi Persija Jakarta.

Jarak antara jeda dan pertandingan melawan Persija pada 10 Oktober dinilai cukup panjang. Kondisi itu membuat manajemen memilih memberi waktu istirahat sekaligus menyusun ulang strategi.

"Keputusan ini kami ambil karena kompetisi memasuki jeda internasional FIFA Matchday sehingga rentang waktu menuju pertandingan selanjutnya melawan Persija pada 10 Oktober terbilang cukup panjang," ujar Iksan.

Target Peningkatan Performa Melawan Persija

Manajemen menargetkan peningkatan performa nyata saat kompetisi kembali bergulir. Iksan menyebut laga melawan Persija menjadi tolok ukur apakah proses evaluasi berjalan sesuai harapan.

"Jeda libur sementara ini kami jadikan momen reset berharga. Tim harus bisa kembali bekerja ekstra keras memperbaiki performa secara menyeluruh saat berlaga melawan Persija nanti," kata Iksan.

PSIM saat ini menempati peringkat ke-14 klasemen sementara Super League dengan satu poin dari tiga pertandingan. Posisi itu hanya unggul satu poin dari zona degradasi, sehingga hasil positif melawan Persija menjadi kebutuhan mendesak bagi tim asal Yogyakarta tersebut.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top