Terafab Elon Musk Kena Gugatan Merek Dagang Tera-Fab Milik Tera-Print

Penulis: Edi Wahyono  •  Sabtu, 19 September 2026 | 18:21:01 WIB

DI YOGYAKARTA — Proyek semikonduktor Terafab milik Elon Musk menghadapi hambatan hukum sebelum satu chip pun diproduksi, setelah Tera-Print mengirim surat cease-and-desist ke SpaceX dan Tesla pada Mei lalu. Perusahaan kecil asal Amerika Serikat itu mengklaim nama Tera-Fab telah dipakai sekitar satu dekade untuk alat litografi meja mereka. Sengketa ini berujung pada gugatan pelanggaran merek dagang yang kini memasuki babak baru.

Konflik ini mencuat karena kedua nama dinilai berada dalam kategori teknologi semikonduktor yang sama, meski deskripsi produknya berbeda jauh. Tera-Print merasa nama Terafab berpotensi menimbulkan kebingungan di pasar, sementara Tesla, SpaceX, dan SpaceXAI menegaskan skala dan tujuan operasi keduanya tidak bisa disamakan.

Produk Tera-Fab Milik Tera-Print

Tera-Print menjual alat beam pen lithography (BPL) dengan merek Tera-Fab yang menyasar kebutuhan bioengineering dan prototipe perangkat mikrofluida. Alat ini berukuran kompak, dirancang untuk pencetakan presisi pada skala mikro dan nano, bukan untuk produksi chip massal. Departemen Pertahanan Amerika Serikat disebut sebagai salah satu klien Tera-Print yang memakai produk Tera-Fab.

Dalam dokumen merek dagang, Tera-Fab terdaftar di beberapa kelas internasional. Cakupannya meliputi instrumen litografi polymer pen dan beam pen untuk printer mikro 3D dan nano 3D (IC 007), printer molekuler dan material skala mikro serta nano 2D (IC 009), alat sintesis fotokimia dan sistem proyeksi cahaya presisi tinggi (IC 009), serta layanan pelatihan di bidang desain AI, elektronika, ilmu komputer, biologi, dan ilmu material (IC 042).

Cakupan Merek Terafab Versi Tesla

Tesla mendaftarkan Terafab dengan cakupan yang lebih spesifik pada produksi dan distribusi chip. Merek ini mencakup layanan manufaktur khusus untuk chip semikonduktor, chip memori, sirkuit terintegrasi, dan wafer (IC 040). Selain itu, Terafab juga terdaftar untuk layanan distribusi berupa pengiriman chip semikonduktor, housing chip, chip memori, sirkuit terintegrasi, semikonduktor, dan microchip (IC 039).

Perbedaan skala operasi menjadi inti argumen Tesla, SpaceX, dan SpaceXAI. Terafab diproyeksikan memproduksi chip dalam volume sangat tinggi untuk melayani kebutuhan AI, otomotif, robotika, dan sebagian aplikasi antariksa. Sementara Tera-Fab dari Tera-Print adalah alat litografi kompak untuk bioengineering atau prototipe perangkat elektronik dan optik.

Jalur Negosiasi yang Gagal

Kedua perusahaan dilaporkan sempat masuk ke pembicaraan penyelesaian. Tesla dikabarkan menyampaikan tawaran dalam proses tersebut. Namun Tera-Print menuding Tesla lebih memilih melanjutkan negosiasi ketimbang membawa sengketa ke pengadilan. Tera-Print menyatakan akan membela merek dagangnya yang telah terdaftar dan berpendapat kedua perusahaan beroperasi di bidang yang saling terkait sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan konsumen.

Kasus ini menjadi catatan penting bagi proyek teknologi besar yang memakai nama baru. Pendaftaran merek dagang di kelas yang sama bisa menjadi penghalang hukum meski skala bisnisnya berbeda jauh. Terafab kini harus menyelesaikan sengketa ini sebelum bisa fokus penuh pada target produksi chipnya.

Bagi pelaku industri semikonduktor dan startup teknologi di Indonesia, kasus ini menunjukkan pentingnya pengecekan merek dagang sejak awal, terutama jika produk menyasar pasar global. Proses hukum di Amerika Serikat bisa memakan waktu dan biaya besar, bahkan sebelum produk pertama keluar dari lini produksi.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top