Snapchat Rilis Snap Intelligence, AI yang Tebak Kebutuhanmu Sebelum Diminta

Penulis: Boyke Sihombing  •  Kamis, 17 September 2026 | 13:09:31 WIB

DI YOGYAKARTA — Snap resmi meluncurkan Snap Intelligence, platform AI yang mengingat konteks personalmu dan berpindah antar perangkat tanpa perlu diminta. Layanan ini hadir bareng Specs AR glasses, tapi versi awalnya baru menyentuh ekosistem Apple dan belum jelas kapan masuk Android atau PC.

Snap memperkenalkan Snap Intelligence sebagai layanan AI yang dirancang memahami rutinitas, tujuan, dan prioritas pengguna lewat aplikasi serta tools yang terhubung. Konteks itu lalu dibawa lintas perangkat, dari iPhone, Mac, sampai Specs AR glasses. Belum ada keterangan resmi soal ketersediaan versi PC maupun Android.

Anticipatory AI: Bukan Cuma Menjawab, tapi Menawarkan Aksi

Bagian "anticipatory" jadi pembeda utama Snap Intelligence. Alih-alih menunggu perintah, AI ini memprediksi kapan bantuan bakal berguna lalu menampilkan informasi atau opsi tindakan relevan.

Contohnya, sebelum rapat dimulai, layanan bisa menyorot poin pembicaraan, pertanyaan yang perlu diajukan, atau target kerja yang lebih luas. Untuk perjalanan, Snap Intelligence menggabungkan jadwal penerbangan, reservasi makan malam, dan hotel dalam satu tampilan yang mudah diakses.

Tiga Pilar: Corners, Goals, dan Konteks Personal

Snap Intelligence berdiri di atas tiga pilar. Corners mengelompokkan berbagai area hidup seperti pekerjaan atau keluarga. Goals membantu pengguna menetapkan dan melacak target yang ingin dicapai.

Menariknya, layanan ini tidak mensyaratkan Specs glasses. Snap menekankan koneksi ke kacamata AR berguna untuk hal praktis, misalnya memunculkan petunjuk navigasi saat bepergian.

  • Corners — organisasi area hidup (kerja, keluarga, dsb)
  • Goals — penetapan dan pelacakan target pribadi
  • Anticipatory actions — saran proaktif tanpa prompt

Privasi: Janji Tidak Dipakai untuk Latih Model atau Iklan

Isu "pervert glasses" yang makin ramai membuat Snap menaruh perhatian besar pada proteksi privasi. Perusahaan mengklaim konten personal pengguna tidak akan dipakai untuk melatih model AI Snap maupun untuk personalisasi iklan.

Pengguna juga memegang kendali penuh atas aplikasi dan informasi apa saja yang boleh diakses Snap Intelligence. Layanan ini tidak bertindak sepihak, melainkan meminta persetujuan sebelum menjalankan sebuah aksi. Snap menyebut Snap Intelligence memakai pemrosesan on-device plus infrastruktur cloud yang diklaim aman.

Akses Awal: Waitlist dan Preview Terbatas

Snap Intelligence akan masuk fase early access dalam waktu dekat. Pendaftaran waitlist dibuka lewat specs.com/intelligence atau melalui aplikasi Specs. Versi akses penuh nantinya tersedia lewat aplikasi Specs untuk Mac, sifatnya undangan.

Bagi yang penasaran, aplikasi Specs untuk iOS sudah bisa diunduh sekarang dan menawarkan versi preview tanpa undangan. Preview ini terhubung ke akun Google dan memberi insight berdasarkan Gmail dan Google Calendar. Namun versi preview belum menyertakan fitur anticipatory suggestions maupun anticipatory actions.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Belum ada kejelasan soal ketersediaan versi Android dan PC
  • Versi preview hanya membaca Gmail dan Google Calendar, belum menyentuh fitur inti anticipatory
  • Akses penuh lewat Mac app bersifat undangan, jadi tidak semua pengguna bisa langsung mencoba
  • Ketersediaan resmi di Indonesia belum disebutkan Snap

Snap Intelligence memosisikan diri sebagai AI yang mengenal konteks personal lintas perangkat, bukan sekadar chatbot yang menunggu perintah. Klaim privasi dan pendekatan consent-based jadi nilai jual utama. Namun tanpa kejelasan soal Android, PC, dan ketersediaan global, calon pengguna di luar ekosistem Apple masih harus bersabar menunggu kabar resmi berikutnya.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top