DI YOGYAKARTA — Straits Times melaporkan Lam dan rekan-rekannya membeli 28 unit mobil mewah menggunakan dana hasil kejahatan siber. Nilai pembelian kendaraan itu berkisar US$100 ribu hingga US$3,8 juta, setara Rp10 miliar sampai Rp66 miliar per unit.
Koleksi kendaraan Lam mencakup Rolls-Royce, tujuh unit Lamborghini, beberapa Ferrari, dan satu mobil sport Pagani. Kementerian Kehakiman Amerika Serikat menyatakan pembelian tersebut dilakukan dengan dana curian yang dikumpulkan dari para korban.
Uang hasil kejahatan tidak hanya dipakai membeli kendaraan. Lam Cs menghabiskan hingga US$500 ribu atau sekitar Rp10 miliar dalam satu malam di kelab malam. Mereka juga membeli barang-barang mewah dan menyewa jet pribadi.
Lam memakai nama samaran Anne Hathaway, $$$, dan King Greavy untuk menjalankan operasinya. Pengetahuan perangkat lunak dan teknologi komputer dimanfaatkan untuk mendapatkan basis data informasi mata uang kripto dan daftar individu berharta tinggi.
Setelah mengantongi data tersebut, Lam Cs menargetkan orang-orang kaya itu. Mereka merayu korban agar menyerahkan informasi rahasia, bahkan membobol rumah untuk mendapat data tambahan yang membantu menguras dompet kripto korban.
Lam didakwa 20 tahun penjara dengan tuduhan konspirasi pemerasan dan pencurian kripto. Dalam sidang di Pengadilan Distrik Columbia AS, dia mengaku bersalah dan tidak membantah dakwaan.
Jaksa AS Jeanine Pirro menyebut Lam memimpin jaringan internasional yang memangsa korban lewat penipuan, pelanggaran privasi, dan pencurian mata uang kripto senilai ratusan juta dolar.
"Jika Anda membangun kerajaan kejahatan siber, kami akan melacak Anda, membongkar operasi Anda, dan meminta pertanggungjawaban," kata Pirro.