DI YOGYAKARTA — Rumah Zakat membuka kanal donasi publik untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir bandang di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet. Hingga kini, dana yang terkumpul mencapai Rp1.865.000 dari 17 donatur dengan minimal transaksi Rp10.000.
Bencana yang terjadi Rabu (26/8) itu dikategorikan sebagai banjir bandang mematikan. Gelombang setinggi 5 hingga 6 meter menyapu bersih permukiman warga di lembah perbatasan kedua negara.
Dampak kerusakan disebut meluas, baik secara materiil maupun non-materiil. Data awal mencatat ratusan jiwa tewas dan ribuan orang masih dinyatakan hilang akibat terjangan air bah yang datang tiba-tiba.
Penyebab utamanya adalah bongkahan besar gletser yang terlepas dari puncak gunung dan jatuh ke lembah di bawahnya. Peristiwa ini meninggalkan kepanikan serta trauma kolektif bagi warga yang selamat.
Kondisi penyintas hingga hari ini belum pulih. Akses terhadap kebutuhan pokok menjadi persoalan paling kritis karena lingkungan sekitar mereka turut hancur diterjang banjir.
Rumah Zakat memprioritaskan penyaluran bantuan berupa kebutuhan pangan dan makanan siap saji. Lembaga kemanusiaan ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui laman donasi resminya.
"Atas dasar kepedulian terhadap sesama, panggilan kemanusiaan untuk membantu mereka yang membutuhkan, Rumah Zakat mengajak sahabat untuk menjadi bagian dari hadirnya kemudahan lewat bantuan yang kita berikan," demikian pernyataan resmi lembaga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi terbaru mengenai progres penyaluran dana di lokasi bencana. Rumah Zakat juga belum merilis rincian penggunaan dana yang masuk dari para donatur.
Warga yang ingin menyalurkan bantuannya dapat mengikuti kanal donasi yang tersedia. Setiap transaksi yang dilakukan akan tercatat sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi para penyintas di kawasan terdampak.