Bapas Yogyakarta dan Lapas Sleman Edukasi Klien Soal Hantavirus, Ini Gejala dan Cara Cegah Penularannya

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 16:32:01 WIB
Bapas Kelas I Yogyakarta bersama Lapas Sleman menggelar penyuluhan hantavirus bagi klien pemasyarakatan di tiga wilayah kerja.

YOGYAKARTA — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggandeng Lapas Sleman untuk membekali klien pemasyarakatan dengan pengetahuan mengenai hantavirus. Penyuluhan ini menyasar tiga wilayah kerja Bapas, yakni Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Kulon Progo.

Hantavirus dikenal sebagai penyakit yang penularannya berkaitan erat dengan paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Kondisi lingkungan yang kotor dan tidak terawat menjadi faktor utama meningkatnya populasi tikus di sekitar permukiman.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Setelah Paparan Risiko

Para klien mendapatkan penjelasan rinci mengenai tanda-tanda awal infeksi hantavirus. Demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, hingga mual menjadi gejala yang kerap muncul. Gangguan pernapasan juga disebut sebagai indikasi serius yang membutuhkan penanganan medis segera.

Pemeriksaan medis dianjurkan apabila keluhan tersebut muncul setelah seseorang memiliki riwayat kontak dengan area yang berisiko tinggi menjadi sarang tikus. Penanganan dini dinilai krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.

Langkah Pencegahan: Dari Kebersihan Lingkungan hingga Cara Aman Membersihkan Kotoran Tikus

Materi penyuluhan menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif utama. Sampah wajib dibuang pada tempatnya, sementara makanan harus disimpan dalam wadah tertutup untuk memutus akses tikus. Area yang berpotensi menjadi sarang hewan pengerat perlu dibersihkan secara rutin.

Pembersihan kotoran tikus pun tidak boleh dilakukan sembarangan. Area yang terkontaminasi perlu dibasahi terlebih dahulu menggunakan disinfektan. Penggunaan sarung tangan dan perlengkapan pelindung diri menjadi syarat wajib untuk mengurangi risiko kontak langsung dengan virus.

Pembimbingan Klien Tidak Hanya Soal Proses Hukum

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembimbingan klien pemasyarakatan tidak hanya berhenti pada proses hukum. Bekal pengetahuan kesehatan dibutuhkan agar para klien lebih siap menjalani kehidupan setelah kembali ke keluarga dan lingkungan masyarakat.

Penyuluhan ini sekaligus memperkuat kerja sama antara Bapas Yogyakarta dan Lapas Sleman. Pertukaran informasi dan edukasi kepada klien menjadi langkah sederhana namun efektif untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan.

Klien diharapkan mampu mengenali risiko hantavirus dan menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan dapat dimulai dari lingkungan yang bersih, pengelolaan sampah yang baik, serta upaya mengurangi keberadaan tikus di sekitar tempat tinggal.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: kompasiana.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top