YOGYAKARTA — Seluruh rangkaian kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan menyeluruh pascagempa yang mengguncang pada Kamis (20/8) sore. Prosedur standar ini dilakukan demi memastikan aspek keselamatan perjalanan tetap terjaga sebelum operasional kembali dilanjutkan.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pemeriksaan darurat meliputi keandalan jembatan, jalur rel, sarana pendukung, hingga kondisi fisik rangkaian kereta api. Hasilnya, pada pukul 17.42 WIB seluruh lintas telah dinyatakan aman.
"Pemeriksaan prasarana dan sarana pascagempa merupakan prosedur standar yang wajib dilakukan oleh KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga," kata Feni dalam keterangan tertulisnya, Kamis.
Akibat penghentian sementara tersebut, puluhan perjalanan kereta api mengalami keterlambatan. Penundaan terlama dialami KA 557 Bandara YIA dan KA 282 Bengawan yang masing-masing tertahan selama 25 menit.
Berikut sejumlah perjalanan yang sempat berhenti luar biasa (BLB) dengan waktu penundaan bervariasi:
Pemeriksaan yang dilakukan tim teknis KAI ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan operasional. Setiap kali terjadi gempa, seluruh rangkaian yang sedang berjalan wajib dihentikan di stasiun terdekat untuk diperiksa kondisinya.
"KAI Daop 6 Yogyakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang dan mengapresiasi kesabaran pelanggan selama proses pemeriksaan keamanan berlangsung," ujar Feni.
Setelah seluruh lintas dinyatakan aman, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan secara bertahap. Penumpang yang terdampak keterlambatan diimbau untuk memantau informasi jadwal terbaru melalui kanal resmi KAI.