Penjualan Mobil Listrik Indonesia Tembus 117.108 Unit di Semester I 2026, HEV Catat Pertumbuhan Tertinggi

Penulis: Dedi Supriadi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:01:01 WIB
Penjualan mobil listrik Indonesia mencapai 117.108 unit pada semester I 2026, dengan pangsa pasar naik menjadi 26,8 persen.

DI YOGYAKARTA — Jakarta, Kompas.com — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data penjualan semester pertama 2026 yang menunjukkan pergeseran signifikan di pasar otomotif nasional. Dari total wholesales 436.564 unit, kendaraan elektrifikasi kini menguasai lebih dari seperempat pasar, sebuah lompatan besar dibandingkan periode yang sama di 2025 yang hanya mencatat 69.134 unit atau 18,3 persen.

Angka 117.108 unit tersebut merupakan akumulasi dari tiga kategori utama: Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Pertumbuhan ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen Indonesia yang semakin berani beralih dari kendaraan konvensional.

BEV Masih Rajai Pasar dengan Kontribusi 15,97 Persen

Mobil listrik murni atau BEV tetap menjadi tulang punggung penjualan xEV nasional. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total unit BEV yang terdistribusi dari pabrikan ke dealer mencapai 69.739 unit. Angka ini setara dengan 15,97 persen dari total pasar mobil nasional.

Pertumbuhan ini tidak lepas dari semakin ketatnya persaingan harga antar merek. Pilihan model yang sebelumnya didominasi segmen harga premium, kini mulai diisi berbagai opsi yang lebih terjangkau bagi konsumen kelas menengah. Efeknya, adopsi mobil listrik murni tidak lagi terbatas pada early adopters, tetapi mulai merambah pembeli konvensional.

Lonjakan HEV Jadi Katalis Pertumbuhan xEV

Di luar dominasi BEV, segmen hybrid justru mencatatkan momentum yang paling menarik. Pertumbuhan penjualan HEV disebut-sebut menjadi penyumbang utama kenaikan pangsa pasar xEV secara keseluruhan. Konsumen Indonesia dinilai semakin rasional dalam memilih teknologi elektrifikasi, tidak sekadar mengejar tren, tetapi juga mempertimbangkan infrastruktur pengisian daya yang belum merata.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar tidak hanya bergerak ke satu arah. Ada segmen yang siap sepenuhnya beralih ke listrik murni, namun ada pula yang memilih teknologi hybrid sebagai jembatan transisi tanpa mengubah kebiasaan berkendara. Kombinasi keduanya membuat total volume xEV tumbuh hampir 70 persen dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya.

Pangsa Pasar Naik 8,5 Poin dalam Satu Tahun

Perbandingan data Gaikindo menunjukkan akselerasi yang sulit diabaikan. Pada semester I 2025, rasio xEV terhadap total pasar nasional hanya 18,3 persen. Kini, dalam kurun waktu 12 bulan, rasio tersebut meroket menjadi 26,8 persen. Kenaikan 8,5 poin persentase ini menjadi indikator kuat bahwa elektrifikasi bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan pasar.

Dengan tren yang ada, target pemerintah dan asosiasi untuk terus meningkatkan adopsi kendaraan rendah emisi di Indonesia nampaknya berada di jalur yang tepat. Para pengamat industri memperkirakan kontribusi xEV akan terus bertambah seiring dengan peluncuran model-model baru di paruh kedua tahun ini.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: otomotif.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top