YOGYAKARTA — Kebiasaan minum kopi yang sudah mengakar di banyak keluarga Indonesia rupanya menyimpan risiko jika tidak diatur waktunya. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. dr. Rony Marethianto Santoso, Sp.JP, Subsp. K.I. (K), FIHA, menegaskan bahwa batas aman konsumsi kopi adalah sebelum pukul 14.00.
Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Rony menjelaskan bahwa kafein bekerja merangsang sistem saraf simpatik. Efeknya, jantung bisa berdebar lebih cepat dan pola tidur menjadi kacau jika kopi diminum menjelang malam.
"Kalau kakek-kakek kita zaman dulu, minum kopi biasanya pagi saat sarapan atau setelah makan siang," ujarnya.
Menurut Rony, penelitian menunjukkan bahwa hormon kortisol—yang membuat tubuh tetap waspada—mengalami puncak saat bangun tidur, lalu menurun drastis menjelang siang. Waktu ideal untuk menikmati kopi justru berada di antara pukul 09.30 hingga 11.30 pagi.
Pada rentang itu, kafein dapat membantu menjaga konsentrasi tanpa memberikan beban berlebih pada sistem kardiovaskular. Sementara itu, konsumsi kopi setelah pukul 14.00 berpotongan dengan waktu penurunan energi alami tubuh, yang justru bisa mengganggu siklus tidur di malam hari.
Rony juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap menambahkan gula, creamer, atau susu kental manis dalam jumlah banyak ke dalam kopi. Menurutnya, minuman kopi modern justru menyumbang kalori dan gula tersembunyi yang tidak disadari.
"Kopi dengan tambahan susu rendah lemak atau pilihan yang lebih sederhana bisa menjadi alternatif yang lebih baik," jelasnya. Untuk dirinya sendiri, ia mengaku lebih memilih kopi jenis Americano tanpa tambahan bahan lain.
Agar tetap bisa menikmati kopi tanpa mengorbankan kesehatan jantung dan tidur, para ahli menyarankan beberapa hal:
Dengan memperhatikan waktu dan cara mengonsumsinya, keluarga di Yogyakarta dan sekitarnya tetap bisa menikmati kopi sebagai bagian dari rutinitas harian tanpa mengorbankan kualitas istirahat dan kesehatan jantung.