DI YOGYAKARTA — Laporan riset terbaru Omdia mengonfirmasi pasar ponsel global masih tertekan. Pada kuartal kedua 2026, total pengiriman ponsel pintar ambles 4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penyebab utamanya adalah kelangkaan komponen memori dan storage yang mengganggu rantai pasok dan mendongkrak harga komponen.
Samsung tetap mempertahankan posisi puncak dengan menguasai 22 persen pangsa pasar global, tumbuh 2 persen secara tahunan. Apple menyusul di posisi kedua dengan pangsa 20 persen, mencatat pertumbuhan lebih tinggi yakni 4 persen.
Pertumbuhan ini terjadi di saat para pesaing utama justru mengalami kemunduran. Omdia mencatat Xiaomi, Oppo, dan Vivo sama-sama kehilangan pangsa pasar mereka pada kuartal tersebut. Ketiga vendor asal China itu disebut paling terpukul oleh krisis ketersediaan komponen.
Laporan Omdia secara spesifik menyoroti gangguan pasokan komponen memori dan storage sebagai faktor utama penurunan pasar secara keseluruhan. Keterbatasan pasokan ini memicu kenaikan harga komponen yang pada akhirnya membebani margin produsen ponsel.
Kondisi ini menjelaskan mengapa vendor dengan rantai pasok yang lebih mumpuni seperti Samsung dan Apple bisa bertahan bahkan tumbuh. Kedua perusahaan memiliki daya tawar lebih kuat terhadap pemasok komponen dan kemampuan manajemen inventori yang lebih baik.
Bagi konsumen di Indonesia, situasi ini bisa berarti dua hal. Pertama, harga ponsel di segmen menengah ke bawah berpotensi naik karena vendor seperti Xiaomi dan Oppo harus menyerap kenaikan biaya komponen. Kedua, ponsel flagship dari Samsung dan Apple kemungkinan besar tetap stabil dari segi pasokan dan harga.
Namun, konsumen juga perlu waspada. Kelangkaan komponen bisa memperlambat jadwal rilis produk baru di segmen entry-level dan mid-range. Jika Anda berencana membeli ponsel baru dalam waktu dekat, memantau ketersediaan stok di distributor resmi menjadi langkah bijak.
Laporan Omdia ini menjadi pengingat bahwa meski permintaan konsumen masih tinggi, sisi produksi belum sepenuhnya pulih dari tekanan rantai pasok. Samsung dan Apple mungkin menjadi pemenang jangka pendek, tapi persaingan di kuartal-kuartal mendatang masih terbuka lebar.