Pemda DIY Siapkan 20 Unit Gerobak Kopi Keliling untuk Tiga Kabupaten, Target Promosi Kopi Lokal

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:14:34 WIB
Pemda DIY siapkan 20 gerobak kopi keliling untuk promosi kopi lokal di tiga kabupaten.

YOGYAKARTA — Roda dua yang disebut Kopi Darling ini bukan sekadar gerobak biasa. Setiap unit dilengkapi grinder dan peralatan barista, dirancang agar bisa berfungsi seperti kedai kopi berjalan. Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bantuan itu dikoordinasikan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY.

Bukan untuk Kopi Saset, Harus Kopi Asli Daerah

Made menegaskan Kopi Darling wajib digunakan untuk menyeduh kopi lokal, bukan kopi instan atau saset. “Kalau membuat kopi, gunakan produk kopi lokal, bukan kopi instan atau saset, karena kualitas kopi kita tidak kalah enak,” katanya di Yogyakarta, Sabtu.

Kebijakan ini sekaligus menjadi alat kontrol mutu. Para penerima bantuan tidak bisa seenaknya menjual kopi kemasan pabrik. Mereka harus meracik langsung biji kopi dari daerah masing-masing dengan peralatan yang sudah disediakan.

Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman Jadi Sasaran

Penyaluran dilakukan bertahap. Juli 2024 sebanyak 10 unit, disusul 10 unit lagi pada Agustus. Tiga kabupaten yang menjadi sasaran adalah Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman. Bantul tidak masuk dalam daftar karena belum memiliki produk kopi.

“Ini kami rencanakan ada 20 unit, sementara 10 unit akan kami bagikan ke tiga kabupaten, Bantul tidak masuk karena memang belum memiliki produk kopi,” ujar Made.

Mengapa Gerobak Kopi Jadi Andalan Baru?

Pemda DIY melihat potensi besar pada kopi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal dari sisi pemasaran. Dengan Kopi Darling, produk bisa langsung dijajakan di titik-titik keramaian—pasar tradisional, alun-alun, atau acara desa—tanpa perlu modal besar untuk membuka kafe permanen.

Harapannya, branding kopi asli DIY naik kelas. “Produk kopi lokal semakin dikenal masyarakat, nanti kopinya bisa diracik langsung dengan peralatan yang ada di sepeda motor tersebut,” kata Made.

Dampak Ekonomi: Dari Petani ke Barista Jalanan

Program ini tidak hanya soal promosi. Rantai nilai kopi lokal diharapkan ikut bergerak: petani mendapat pasar tetap, barista keliling mendapatkan alat kerja, dan konsumen menikmati kopi segar yang diracik di depan mata. Pemda DIY belum merinci mekanisme seleksi penerima bantuan, namun memastikan distribusi akan difokuskan pada pelaku UMKM kopi di tiga kabupaten tersebut.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top