BANTUL — Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut ruas Jalan Kasihan-Bangunjiwo bukan sekadar proyek aspal biasa. Ia menegaskan infrastruktur ini adalah representasi dari sejumlah proyek strategis yang dibangun pada 2025-2026.
"Investasi membutuhkan belanja modal. Jadi membangun jalan, jembatan, irigasi, dan saluran fiber optik adalah membangun sarana, modal yang akan kita gunakan untuk keuntungan di masa depan," ujar Halim dalam sambutannya.
Pelaksanaan proyek preservasi jalan ini ditangani oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DI Yogyakarta. Kepala Bidang Preservasi I BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Fajar Triawan, mengatakan paket preservasi ini merupakan wujud kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
"Paket preservasi jalan ini memiliki panjang penanganan 3,02 kilometer. Harapannya masyarakat menjaga bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang dan mendukung aktivitas ekonomi," kata Fajar.
Tak hanya jalan, Pemkab Bantul juga meresmikan tiga proyek lain secara bersamaan. Keempat proyek itu disebut memiliki peran strategis bagi masa depan Bantul karena akan menghidupkan roda perekonomian.
Halim menilai pertumbuhan ekonomi akan sulit dicapai tanpa peningkatan belanja modal. Ia menyebut pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi adalah investasi jangka panjang yang memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
"Begitu jalan dan seluruh sarana infrastruktur itu terbangun, aktivitas ekonominya akan lancar dan tidak terhambat," ujarnya.
Untuk menggenjot alokasi pembangunan, Pemkab Bantul berencana menekan proporsi belanja pegawai. "Belanja pegawai di 2027 Insya-Allah bisa tertekan di angka 30 persen, sehingga 70 persen alokasi ke publik itu semakin besar," kata Halim.
Menurut Halim, pembangunan jembatan dan infrastruktur pendukung lainnya akan mempercepat aktivitas ekonomi. "Misalnya jembatan, sebelum ada jembatan masyarakat akan melalui jalan panjang, aktivitas ekonominya lebih berjalan jika ada jembatan," ujarnya.
Dengan rampungnya ruas Kasihan-Bangunjiwo, warga di dua kalurahan itu kini tak perlu lagi menempuh jalur alternatif yang lebih panjang. Aktivitas distribusi barang dan jasa di kawasan selatan Bantul diharapkan ikut menggeliat.