SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus mendorong perluasan program beasiswa "Sleman Pintar" sebagai instrumen utama penanggulangan kemiskinan struktural. Sosialisasi terbaru digelar di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Minggu, yang dihadiri langsung Bupati Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Danang Maharsa, bersama calon mahasiswa penerima beasiswa serta orang tua atau wali.
Harda Kiswaya dalam kesempatan itu meminta para orang tua untuk aktif memantau perkembangan akademik anak-anak mereka. "Saya memohon kepada para orang tua atau wali mahasiswa, tolong perhatikan betul anak-anak kita. Belajarnya dipantau secara detil dan terus dimotivasi, tidak semua anak di Sleman mendapat kesempatan berharga ini," ujarnya.
Program jangka panjang ini didanai secara mandiri melalui optimalisasi APBD, mencakup komponen pajak, retribusi, aset daerah, hingga dana insentif pemerintah pusat. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, yang juga menjabat Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman, memaparkan tiga strategi utama pengentasan kemiskinan: jaminan sosial bagi warga nonproduktif, peningkatan keterampilan bagi usia produktif, dan pemutusan rantai kemiskinan melalui beasiswa.
"Secara data empiris, anak dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi cenderung mewarisi kondisi orang tuanya karena keterbatasan akses," kata Danang. Lewat program 'Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana', Pemkab Sleman membiayai penuh uang semesteran sehingga orang tua tidak perlu cemas lagi. "Tugas mahasiswa hanya satu belajar, tangguh, cepat lulus, dan berprestasi," tegasnya.
Danang menjelaskan, keunggulan Beasiswa Sleman Pintar di UTY terletak pada konsep perkuliahan yang dikombinasikan dengan magang kerja industri terintegrasi. Skema ini memungkinkan mahasiswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung terjun ke dunia usaha untuk mengasah keterampilan teknis dan berpeluang mendapatkan penghasilan mandiri selama masa magang.
Model kolaborasi "Gotong Royong" melibatkan empat pihak: Pemkab sebagai penyedia beasiswa, perguruan tinggi sebagai pelaksana akademik, orang tua sebagai pendamping moral, dan dunia usaha sebagai penyerap tenaga kerja. Program inovatif ini telah menarik perhatian nasional, ditandai dengan apresiasi dari Pemerintah Pusat serta kunjungan studi banding Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ke UTY baru-baru ini.
Harda Kiswaya mengingatkan tantangan era digital yang semakin besar dan meminta komitmen penuh dari mahasiswa penerima beasiswa. "Di era digital ini, tantangan semakin besar, saya minta anak-anakku berkomitmen," katanya. Pemerintah Kabupaten Sleman bersama DPRD Sleman berkomitmen menjaga keberlanjutan dana beasiswa "Sleman Pintar" agar program ini terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan di daerah.