Pencarian

Harga Prosesor Intel dan Qualcomm Naik, Laptop dan PC Terancam Lebih Mahal

Senin, 19 Oktober 2026 • 18:10:31 WIB
Harga Prosesor Intel dan Qualcomm Naik, Laptop dan PC Terancam Lebih Mahal
Intel menaikkan harga sejumlah prosesor hingga 20 persen sejak September 2026, disusul Qualcomm pada platform Snapdragon X.

DI YOGYAKARTA — Intel menaikkan harga sejumlah prosesor hingga 20 persen sejak September 2026, disusul Qualcomm yang menaikkan platform Snapdragon X sekitar 10 persen mulai 1 Oktober. AMD dikabarkan menyiapkan penyesuaian serupa untuk lini Ryzen dan EPYC, sehingga harga laptop dan PC berpotensi ikut terdorong naik.

Kenaikan harga Intel menyasar prosesor Panther Lake kelas atas dengan iGPU berperforma tinggi, yang mengalami penyesuaian sekitar 15–20 persen. Lini Alder Lake dan Twin Lake juga terdampak pada kisaran 10–20 persen untuk kelompok produk tertentu.

Prosesor berdaya rendah di segmen pemula tidak luput, dengan kenaikan sekitar 5–10 persen. Artinya, tekanan biaya tidak hanya menghantam chip berperforma tinggi, tetapi juga perangkat komputasi hemat daya.

Qualcomm dan AMD Ikut Menyesuaikan Harga

Qualcomm menaikkan harga platform PC Snapdragon X dan Snapdragon X2 Elite sekitar 10 persen mulai 1 Oktober 2026. Langkah ini menambah tekanan pada pasar komputer berbasis Windows yang memakai prosesor Snapdragon.

AMD disebut tengah menyiapkan kenaikan sekitar 10 persen untuk sejumlah keluarga Ryzen dan EPYC. Ryzen menyasar pasar konsumen dari laptop hingga desktop, sedangkan EPYC digunakan untuk pusat data dan beban kerja komputasi skala besar.

Laporan yang tersedia belum memastikan kapan penyesuaian harga AMD mulai berlaku. Untuk lini EPYC, kenaikan berpotensi menambah biaya pengadaan perangkat bagi perusahaan yang sedang memperluas infrastruktur komputasi.

Pemicu di Balik Kenaikan Harga Prosesor

Kebutuhan komputasi untuk kecerdasan buatan (AI) mendorong permintaan cip, memori, dan infrastruktur pusat data. Kondisi ini membuat persaingan mendapatkan kapasitas produksi semakin ketat di sepanjang rantai pasok semikonduktor.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dilaporkan berencana menaikkan tarif manufaktur mulai 2027. Laporan Nikkei Asia yang dikutip Reuters pada Juli 2026 menyebut kenaikan hingga 10 persen untuk sejumlah proses manufaktur cip.

Penyesuaian TSMC berkaitan dengan naiknya biaya bahan baku, peralatan produksi, dan pembangunan fasilitas di luar Taiwan. Proses manufaktur canggih diperkirakan naik 5–10 persen, sementara teknologi yang lebih matang juga berpotensi mengalami penyesuaian hingga 10 persen.

Seberapa Besar Dampaknya ke Harga Laptop dan PC?

Konsumen tidak akan langsung melihat kenaikan 10–20 persen pada seluruh laptop atau PC. Prosesor hanya salah satu komponen dalam struktur biaya produksi perangkat.

Harga akhir juga dipengaruhi memori, penyimpanan, layar, desain, biaya distribusi, dan kebijakan masing-masing produsen. Sebagian vendor bisa menyerap kenaikan biaya komponen, sebagian lain memilih meneruskannya ke pembeli.

Laptop kelas atas dengan grafis terintegrasi berperforma tinggi menjadi segmen paling rawan terdampak. Komputer server juga berpotensi mengalami kenaikan biaya pengadaan akibat penyesuaian harga prosesor pusat data.

Besaran dampak ke tiap prosesor Intel, AMD, atau Qualcomm tidak otomatis sama dengan kenaikan tarif TSMC. Semuanya bergantung pada teknologi manufaktur yang dipakai, kontrak dengan pemasok, struktur biaya produk, dan strategi harga produsen.

Siapa yang Paling Terdampak?

Bagi konsumen Indonesia, efek kenaikan ini kemungkinan lebih terasa pada laptop premium dan perangkat kerja berperforma tinggi. Pengguna yang berencana membeli laptop baru dalam beberapa bulan ke depan sebaiknya mencermati pergerakan harga di kanal resmi masing-masing merek.

Perusahaan yang sedang membangun atau memperluas pusat data perlu memperhitungkan kenaikan biaya pengadaan server. Tekanan pada lini EPYC dan tarif manufaktur TSMC membuat anggaran infrastruktur komputasi berpotensi membengkak.

Di sisi lain, segmen laptop entry-level dengan prosesor hemat daya menghadapi kenaikan lebih kecil, sekitar 5–10 persen. Selisih ini bisa membuat pilihan perangkat kelas menengah bawah relatif lebih stabil dibanding model kelas atas.

Tren kenaikan harga di beberapa produsen prosesor menunjukkan lonjakan permintaan AI tidak hanya menguntungkan perusahaan semikonduktor. Biaya yang meningkat di rantai pasok pada akhirnya bermuara ke keputusan harga produsen perangkat.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: informasi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks