GUNUNGKIDUL — Kapolsek Saptosari AKP Sigit Teja Sukmana membenarkan temuan dua kambing mati di Kanigoro dengan kondisi tubuh tercabik. Kambing pertama milik Pardi, warga Klepu, Planjan, Saptosari. Kambing kedua milik Bejo, warga Kanigoro.
Menurut Sigit, peristiwa bermula saat pemilik hendak mengecek kandang dan mendapati kambingnya sudah mati dengan kondisi seperti habis dimakan. Polisi menduga kematian akibat serangan hewan, tetapi belum bisa memastikan jenis hewan tersebut.
"Dugaannya korban serangan hewan liar," kata Sigit, Rabu (21/10/2026).
Pola Serangan: Malam Hari, Kambing Diikat di Luar Kandang
Kasus di Saptosari bukan yang pertama. Pada Agustus 2026, warga Dusun Sayangan, Playen, kehilangan tiga kambing dan satu unggas yang diduga digigit anjing liar. Ketua Jaga Warga Dusun Sayangan Teguh Sayogi menyebut serangan terjadi pada malam hari.
"Karena serangan anjing, dan terpantau anjing ada dua ekor dengan warna satu putih besar dan satu hitam ukuran sedang. Kejadian rata-rata pukul 23.30-01.30 WIB," ujarnya, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Teguh, anjing liar itu biasa mendatangi ternak kambing yang habis beranak. Korban umumnya kambing yang diikat di luar kandang. Jarak antar-kejadian sekitar 14 hari dengan waktu dan rute yang hampir sama.
Tepus: Tujuh Kambing Mati dalam Satu Kandang
Di Tepus 1, Tepus, tujuh kambing milik Eno (48) mati dalam satu kandang pada 2 September 2026. Kapolsek Tepus AKP Suryanto menyebut bangkai kambing ditemukan dengan luka gigitan pada kaki dan leher.
Kambing-kambing itu dilepasliarkan mencari rumput di Alas Dawut, kawasan Pantai Poktunggal. Dua anak kambing di antaranya dimakan hewan liar dan hanya tersisa kulit.
"Tapi sampai kandang saksi mendapati tujuh ekor kambing sudah mati dengan kondisi terdapat luka gigitan pada kaki dan leher," kata Suryanto, Rabu (2/9).
Panggang: Dua Sapi Mati, Kaki dan Paha Raib
Kasus terberat menimpa Partiyem, warga Wintaos, Girimulyo, Panggang. Dua sapinya ditemukan mati dengan dua kaki dan paha hilang. Kapolsek Panggang AKP Gatot Sukoco menyebut ada dua dugaan kuat penyebab kematian.
"Berdasarkan kondisi fisik bangkai sapi di lokasi, muncul dua dugaan kuat penyebab kematian, yaitu menjadi korban penyembelihan oleh orang asing, atau akibat serangan hewan liar," ujar Gatot, Jumat (4/9).
Temuan itu dilaporkan Partiyem ke suami dan Polsek Panggang. Polisi lalu mengecek lokasi kejadian.
Warga Diminta Waspada pada Malam Hari
Rangkaian kasus di empat kecamatan menunjukkan pola serupa: serangan terjadi dini hari, menyasar ternak yang diikat di luar kandang, dan berulang dalam siklus dua pekan. Warga Saptosari, Playen, Tepus, dan Panggang diminta mengandangkan ternak pada malam hari.
Polisi belum menyimpulkan jenis hewan pelaku di Saptosari. Penyelidikan masih berjalan sambil menunggu laporan warga lain yang mengalami kejadian serupa.