Pencarian

DPRD DIY dan DPAD Sleman Bedah Buku Penanggulangan Stunting, Soroti Kenaikan 2,3 Poin di Sleman

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 08:02:01 WIB
DPRD DIY dan DPAD Sleman Bedah Buku Penanggulangan Stunting, Soroti Kenaikan 2,3 Poin di Sleman
Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY Anton Prabu Semendawai menyampaikan sambutan dalam bedah buku Penanggulangan Stunting di Joglo Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman.

SLEMAN — Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menilai diskusi buku bisa menjadi ruang membahas persoalan masyarakat secara konstruktif. Menurutnya, tema bacaan perlu dekat dengan kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami dan didiskusikan warga.

“Harapannya nanti Anda bisa membaca buku. Kalau Anda membaca buku, anak-anak pasti melihat dan ikut tertarik membaca,” ucap Anton dalam kegiatan tersebut.

Bedah buku berjudul Penanggulangan Stunting itu digelar DPAD DIY bersama DPRD DIY. Lokasinya di Joglo Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.

Kenaikan 2,3 Poin Jadi Bahan Evaluasi

Politikus Partai Gerindra itu menyoroti hasil kajian yang dipaparkannya mengenai kenaikan angka stunting di Sleman sebesar 2,3 poin. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi, termasuk terkait cakupan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Anton menilai pencegahan stunting membutuhkan perhatian lintas sektor. Mulai dari pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, pola asuh keluarga, hingga kondisi lingkungan.

Edukasi melalui buku, katanya, perlu berjalan beriringan dengan intervensi nyata. Di antaranya pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan anak di posyandu, dan perbaikan sanitasi.

Mengapa Literasi Keluarga Disebut Kunci Pencegahan Stunting

Praktisi Dara Ayu Suharto yang turut terlibat menyebut penguatan literasi dan pengetahuan penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua. Menurutnya, hal itu menyangkut kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Penguatan pengetahuan keluarga menjadi bagian penting dalam mendorong kesadaran mengenai kesehatan dan tumbuh kembang anak,” katanya.

Redaktur Siti Nur Azizah dalam materi yang disampaikan menjelaskan stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi itu terutama terjadi sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak.

“Dampaknya dapat berkaitan dengan perkembangan kognitif, kemampuan belajar, dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang,” katanya.

Literasi mengenai kesehatan ibu dan anak perlu didukung informasi yang tepat. Tujuannya agar masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Layanan iJogja dan Pojok Baca untuk Perluas Akses

Pustakawan Ahli Pertama DPAD DIY, Hari Setiawan, menekankan membaca tidak cukup hanya sebatas mengenali tulisan. Kemampuan memahami informasi juga harus menyertai agar pengetahuan dari buku bisa diterapkan sehari-hari.

“Melalui bedah buku, peserta diharapkan dapat mendiskusikan informasi yang dibaca, bertukar pengalaman, dan memahami persoalan kesehatan keluarga secara lebih mendalam,” ujarnya.

Selain kegiatan tatap muka, DPAD DIY menyediakan layanan perpustakaan digital iJogja. Masyarakat bisa mengakses buku melalui gawai maupun komputer.

Hari juga mendorong pengembangan pojok baca di lingkungan masyarakat. Tujuannya agar anak-anak dan keluarga semakin mudah memperoleh bahan bacaan.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks